Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik untuk korban gempa di Pulau Batang Dua, Ternate, pada Minggu (12/4). Penyaluran ini merupakan kolaborasi erat antara Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Kota Ternate, dan berbagai instansi terkait lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pemprov Malut, dan Pemkot Ternate. Seluruh logistik diangkut menggunakan Kapal KN. SAR 237 Pandudewanata menuju lokasi terdampak. Tim gabungan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe turut mendampingi jajaran Forkopimda Maluku Utara dan Kota Ternate ke lokasi gempa. Mereka menggunakan kapal cepat Expres Cantika untuk meninjau langsung kondisi pengungsi di Batang Dua. Kehadiran para pemimpin daerah menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan pascabencana.
Advertisement
Advertisement
Penyaluran Bantuan Korban Gempa Ternate ke Pulau Batang Dua menunjukkan sinergi kuat antarlembaga pemerintah dalam respons bencana. Bantuan logistik dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi bagian penting dari upaya penanggulangan ini. Sebanyak 500 paket bantuan dari Wapres telah disiapkan untuk didistribusikan kepada para korban gempa.
Iwan Ramdani, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, menegaskan bahwa bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok yang mendesak. Paket bantuan dari Wapres Gibran Rakabuming Raka mencakup beras, gula pasir, dan minyak goreng. Logistik ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak gempa di Pulau Batang Dua.
Pengiriman bantuan dilakukan secara terkoordinasi menggunakan Kapal KN. SAR 237 Pandudewanata. Proses ini melibatkan personel dari Basarnas Ternate, BNPB, serta pemerintah daerah setempat untuk memastikan efisiensi. Kecepatan penyaluran menjadi prioritas utama demi memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dengan baik.
Advertisement
Advertisement
Selain dari Wakil Presiden, Bantuan Korban Gempa Ternate juga datang dari berbagai pihak lain yang peduli. Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate memberikan kontribusi signifikan dalam bentuk logistik tambahan. Dukungan ini melengkapi bantuan yang telah disalurkan sebelumnya oleh berbagai pihak.
Berbagai instansi seperti BNPB, Dinas Sosial, Baznas, dan Dinas Pangan juga turut berpartisipasi aktif dalam penyediaan bantuan. Mereka menyumbangkan beragam jenis kebutuhan pokok dan non-pokok yang esensial bagi para korban. Total bantuan logistik yang terkumpul mencapai sekitar 9 ton, menunjukkan skala dukungan yang besar untuk masyarakat.
Bantuan tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, mi instan, telur, dan kasur untuk para pengungsi. Selain itu, popok bayi dan makanan siap saji juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan spesifik pengungsi. Distribusi bantuan ini dilakukan secara merata ke seluruh titik pengungsian di Pulau Batang Dua.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana secara menyeluruh. Ia memastikan seluruh proses pemulihan akan dilakukan secara cepat dan efektif untuk masyarakat. Gubernur bahkan turun langsung ke lokasi pengungsian untuk berdiskusi dengan para korban gempa.
Dalam dialognya dengan pengungsi, Gubernur Sherly Tjoanda Laos mendengarkan berbagai masukan dan keluhan yang disampaikan. Ia berjanji akan segera memenuhi kebutuhan mendasar yang rusak akibat gempa, seperti tempat tinggal. Fokus utama adalah perbaikan rumah dan fasilitas umum yang terdampak secara langsung.
Selain itu, Pemprov Malut juga berencana memperbaiki infrastruktur vital di Batang Dua yang rusak akibat gempa. Infrastruktur seperti pelabuhan, jembatan, dan jalan yang terdampak akan segera direhabilitasi. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews