Tim SAR Berhasil Selamatkan Nelayan Wakatobi dan Anaknya Usai Kecelakaan Kapal
Tim SAR Gabungan sukses menyelamatkan dua nelayan di Wakatobi yang mengalami kecelakaan kapal akibat as propeler patah. Simak detail kronologi penyelamatan **nelayan Wakatobi diselamatkan SAR** ini.
Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan seorang nelayan beserta anaknya setelah perahu yang mereka gunakan mengalami kecelakaan di Perairan Karang Kapota, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Insiden ini terjadi pada Minggu (11/1), ketika perahu mereka mengalami kerusakan serius di tengah laut.
Korban teridentifikasi sebagai La Biru (55) dan anaknya, Soecheang (22), yang dilaporkan mengalami patah as propeler pada perahu mereka. Laporan kecelakaan diterima oleh Basarnas Kendari pada pukul 09.05 Wita, memicu respons cepat dari tim penyelamat.
Berkat kesigapan Tim Penyelamat Pos SAR Wakatobi, kedua korban ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka kemudian dievakuasi ke tempat aman, mengakhiri momen menegangkan di tengah perairan Wakatobi.
Kronologi Kecelakaan dan Respons Cepat Tim SAR
Kecelakaan bermula saat La Biru dan Soecheang bertolak dari Karang Kapota menuju Wanci menggunakan perahu mereka. Namun, di tengah perjalanan, as propeler perahu mereka patah, menyebabkan perahu tidak dapat bergerak dan membahayakan keselamatan keduanya.
Laporan mengenai insiden ini diterima oleh Comm Centre Basarnas Kendari pada pukul 09.05 Wita dari pihak keluarga korban. Menanggapi laporan tersebut, Tim Penyelamat Pos SAR Wakatobi segera diberangkatkan pada pukul 09.20 Wita.
Tim bergerak menuju lokasi kejadian yang diperkirakan berjarak sekitar 17,2 mil laut dari Pos SAR. Kecepatan respons ini menjadi kunci dalam upaya penyelamatan di perairan terbuka.
Proses Penemuan dan Evakuasi Korban Selamat
Setelah pencarian intensif, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan kedua korban pada pukul 10.45 Wita. Mereka ditemukan sekitar 3,6 mil laut arah tenggara dari perkiraan lokasi terakhir mereka.
Kedua korban ditemukan dalam keadaan selamat, menunjukkan ketahanan mereka di tengah situasi darurat. Kondisi ini memungkinkan proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Selanjutnya, La Biru dan Soecheang dievakuasi menuju Pelabuhan Perikanan Namuna. Di sana, mereka diserahterimakan kepada pihak keluarga yang telah menanti dengan cemas.
Unsur Terlibat dan Penutupan Operasi SAR
Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin, menyatakan bahwa operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur. Di antaranya adalah Staf Ops Basarnas Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Wakatobi, dan Pos AL Wakatobi.
Peralatan utama yang digunakan dalam operasi penyelamatan ini meliputi truk personel, perahu karet, peralatan SAR medis, peralatan SAR evakuasi, serta peralatan komunikasi dan pendukung keselamatan lainnya.
Dengan ditemukannya kedua korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR untuk kecelakaan kapal ini dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Sumber: AntaraNews