Basarnas Ambon Evakuasi Dramatis Dua Nelayan Sultra yang Hanyut di Perairan Maluku
Dua nelayan asal Sulawesi Tenggara yang sempat dilaporkan hilang di perairan Maluku akhirnya berhasil dievakuasi oleh Basarnas Ambon. Simak kronologi penyelamatan dramatis ini.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon berhasil mengevakuasi dua nelayan asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sempat hilang di perairan Maluku. La Ode Johori (52) dan La Kasirudin (34) ditemukan selamat setelah perahu panjang (longboat) yang mereka gunakan mengalami mati mesin dan hanyut beberapa hari.
Proses evakuasi ini melibatkan koordinasi intensif antara Kantor SAR Wakatobi, Kantor SAR Kendari, dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, serta bantuan dari nelayan lokal. Kedua korban kini dalam kondisi aman dan akan segera dipulangkan ke daerah asal mereka.
Penemuan ini mengakhiri pencarian yang telah berlangsung sejak 17 Maret 2026, setelah keluarga korban melaporkan kehilangan mereka. Keberhasilan operasi ini menjadi bukti sinergi antarlembaga dalam misi kemanusiaan di wilayah perairan Indonesia.
Kronologi Hilangnya Dua Nelayan Sultra
La Ode Johori dan La Kasirudin memulai perjalanan dari Pulau Wakatobi pada 7 Maret 2026 dini hari, sekitar pukul 02.00 WIT, menuju Pulau Moromaho. Tujuan mereka adalah untuk membuat kopra di pulau tersebut.
Setelah beberapa hari, tepatnya pada 13 Maret 2026, kedua nelayan melanjutkan perjalanan laut dari Pulau Moromaho menuju Pulau Binongko. Namun, mereka tidak pernah tiba di tujuan yang seharusnya.
Keluarga korban kemudian melaporkan kehilangan mereka pada 17 Maret, yang memicu Operasi Pencarian oleh Pos SAR Wakatobi. Sayangnya, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil dalam menemukan keberadaan kedua nelayan.
Upaya Pencarian dan Koordinasi Lintas Instansi
Melihat kondisi pencarian yang belum berhasil, Kantor SAR Kendari berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon pada 18 Maret 2026. Koordinasi ini bertujuan untuk meminta bantuan pemapelan kepada SROP Ambon terkait insiden kecelakaan laut tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa laporan penemuan datang pada 19 Maret sekitar pukul 11.15 WIT. Laporan tersebut diterima dari Bapak Ali, seorang anggota Brimob Polda Sultra, yang menginformasikan bahwa kedua nelayan berhasil ditemukan oleh nelayan lokal dan dievakuasi menuju Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah.
Mendapati informasi penting tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon bersama Tim Patroli Siaga SAR Khusus Lebaran yang saat itu berada di Posko Mandiri Basarnas di Pelabuhan Tulehu segera bergerak. Mereka menggunakan KN SAR Bharata menuju Pulau Nusalaut untuk melakukan proses evakuasi.
Jarak tempuh menuju Pulau Nusalaut diperkirakan sekitar 30,33 Nautical Mile. Perjalanan ini merupakan bagian dari respons cepat Basarnas Ambon dalam menindaklanjuti laporan penemuan korban.
Detik-detik Penemuan dan Evakuasi
KN SAR Bharata tiba di Pulau Nusalaut sekitar pukul 13.25 WIT pada 19 Maret 2026. Kedatangan kapal SAR ini dilanjutkan dengan penjemputan kedua korban oleh Tim SAR Gabungan.
Proses penjemputan dan evakuasi berlangsung lancar. Pada pukul 14.27 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil membawa seluruh korban ke atas KN SAR Bharata guna dibawa menuju Pelabuhan Tulehu.
Muhamad Arafah mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan operasi ini. "Melalui koordinasi lintas sektoral antara Kantor SAR Kendari, Polda Sultra, dan Kantor SAR Ambon alhamdulillah Tuhan Yang Maha Esa mendengar doa kita semua sehingga kedua korban berhasil ditemukan oleh Nelayan Desa Abubu dalam keadaan selamat," ujarnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif nelayan Desa Abubu yang pertama kali menemukan dan memberikan pertolongan kepada La Ode Johori dan La Kasirudin. Mereka menunjukkan semangat kemanusiaan yang tinggi di tengah kondisi darurat.
Rencana Pemulangan Korban
Setelah dievakuasi, kedua nelayan saat ini masih berada dalam pengawasan Basarnas Ambon. Koordinasi dengan keluarga korban di Sulawesi Tenggara telah dilakukan untuk mengatur kepulangan mereka.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon akan memfasilitasi pemulangan kedua korban pada dini hari 20 Maret 2026. Mereka akan diberangkatkan menggunakan KM Cirimai menuju tempat asal mereka di Sultra.
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dalam operasi ini telah dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih.
Sumber: AntaraNews