Profil Nanik S Deyang, Sosok Kepala BGN Baru Ditunjuk Prabowo Gantikan Dadan Hindayana
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Selain Nanik, Prabowo juga juga mengangkat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN baru menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Kabar pergantian tiga pimpinan BGN itu disampaikan Mensesneg Prasetyo Hadi didampingi Seskab Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari di Ruang Sidang Kabinet, Jakarta, Selasa (2/6) malam.
"Untuk selanjutnya bapak presiden memutuskan mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, saudara Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN yang baru dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru," kata Prasetyo sebagaimana dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/5).
Perjalanan Karier Nanik
Sosok Nanik S Deyang bukan orang baru dalam pemerintahan Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Nanik dikenal dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Pada Pemilu Presiden 2019, ia bergabung dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi dan menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur.
Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, Nanik dipercaya menduduki jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029. Dalam posisi tersebut, ia ikut mengawal program pemerintah untuk menekan angka kemiskinan nasional.
Karier Nanik di pemerintahan terus menanjak. Pada Juni 2025, ia ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 17 September 2025, Presiden Prabowo mengangkatnya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sekaligus memberhentikannya dari jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Sebelum terjun dalam politik praktis, Nanik dikenal sebagai jurnalis senior yang kemudian berkiprah di dunia politik dan pemerintahan itu sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Nanik merupakan sosok yang dikenal memiliki latar belakang panjang di dunia jurnalistik sebelum berkiprah di pemerintahan. Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 itu memulai karier sebagai wartawan di Tabloid Bangkit yang berada dalam kelompok media Kompas Gramedia.
Dalam perjalanan kariernya, ia juga menempati sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan media, mulai dari pemimpin umum, direktur utama, hingga komisaris di sejumlah media nasional.
Selain dikenal sebagai jurnalis senior, Nanik juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Pengalamannya di bidang komunikasi publik, pemberdayaan masyarakat, serta pengentasan kemiskinan menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan program-program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas nasional.
Dengan pengalaman yang membentang dari dunia media, politik, hingga pemerintahan, Nanik menjadi salah satu figur yang dipercaya Prabowo untuk mengawal agenda pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan gizi masyarakat Indonesia.