Tim SAR Berhasil Evakuasi Nelayan Manokwari yang Terdampar 15 Jam
Seorang nelayan di Manokwari berhasil dievakuasi tim SAR gabungan setelah terombang-ambing selama 15 jam akibat mati mesin perahu. Operasi evakuasi nelayan Manokwari ini menunjukkan kesigapan tim penyelamat.
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang nelayan bernama Mika Wanma (33) yang terdampar di perairan antara Manokwari dan Oransbari, Papua Barat. Korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah perahunya mengalami mati mesin dan terombang-ambing selama 15 jam. Insiden ini dilaporkan pada Kamis (19/3) dan operasi pencarian segera dilancarkan oleh Kantor SAR Manokwari.
Kejadian ini bermula ketika Mika Wanma berlayar pada Rabu (18/3) pukul 20.00 WIT, namun perahunya mengalami kerusakan mesin di sekitar Pulau Mansinam. Akibatnya, ia tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terpaksa terombang-ambing di laut. Laporan mengenai hilangnya korban diterima oleh Kantor SAR Manokwari pada Kamis (19/3) pukul 15.35 WIT.
Kepala Basarnas Manokwari, Yefri Sabaruddin, menyatakan bahwa operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup pada Jumat (20/3) pukul 15.00 WIT setelah korban berhasil ditemukan. Keberhasilan evakuasi nelayan Manokwari ini tidak lepas dari kerja sama tim SAR gabungan dan nelayan setempat. Korban kini telah kembali ke kediamannya di Pasirido, Distrik Manokwari Timur.
Kronologi Kejadian dan Laporan Awal
Mika Wanma, nelayan berusia 33 tahun, memulai pelayarannya pada Rabu, 18 Maret 2026, sekitar pukul 20.00 WIT. Namun, nasib nahas menimpanya ketika perahu yang digunakannya mengalami kerusakan mesin di area perairan sekitar Pulau Mansinam. Kerusakan ini menyebabkan perahu tidak dapat bergerak, membuat Mika Wanma terdampar dan terombang-ambing di laut selama berjam-jam.
Keluarga mulai khawatir ketika Mika Wanma tak kunjung kembali. Laporan mengenai insiden ini kemudian disampaikan kepada Kantor SAR Manokwari pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 15.35 WIT. Pelapor, Jhon Wanma, menghubungi pihak berwenang melalui sambungan telepon untuk memberitahukan kondisi Mika Wanma.
Berdasarkan laporan tersebut, lokasi kejadian diperkirakan berada sekitar 16,52 mil laut dari pangkalan SAR. Jarak ini memerlukan waktu tempuh sekitar 90 menit bagi tim penyelamat untuk mencapai titik perkiraan. Informasi awal ini menjadi dasar bagi tim SAR untuk merencanakan strategi pencarian yang efektif.
Operasi Pencarian dan Penyelamatan
Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan segera meluncurkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk menemukan Mika Wanma. Operasi ini berlangsung selama dua hari, melibatkan berbagai unsur dari Basarnas Manokwari dan pihak terkait lainnya. Fokus pencarian adalah di perairan antara Manokwari dan Oransbari, tempat korban terakhir terlihat atau diperkirakan terdampar.
Pada hari kedua operasi, upaya pencarian membuahkan hasil. Mika Wanma akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh nelayan setempat yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Peran aktif nelayan lokal ini sangat krusial dalam keberhasilan misi evakuasi nelayan Manokwari.
Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi dan dipastikan dalam kondisi baik. Kepala Basarnas Manokwari, Yefri Sabaruddin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini. Khususnya, ia menyoroti peran penting nelayan lokal yang secara langsung berkontribusi pada penemuan korban.
Sumber: AntaraNews