Papua Barat Gaet Investasi China untuk Percepat Pengembangan Bandara Rendani

Pemerintah Provinsi Papua Barat aktif mencari Investasi China untuk mempercepat peningkatan Bandara Rendani di Manokwari, demi mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Papua Barat Gaet Investasi China untuk Percepat Pengembangan Bandara Rendani
Pemerintah Provinsi Papua Barat aktif mencari Investasi China untuk mempercepat peningkatan Bandara Rendani di Manokwari, demi mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Papua Barat tengah gencar menjajaki kerja sama dengan investor asal China. Langkah ini bertujuan mempercepat peningkatan Bandara Rendani di Manokwari. Pertemuan awal telah dilakukan pada Rabu (8 April) di Jakarta.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas di wilayah Papua Barat. Selain itu, investasi ini juga penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Bandara Rendani menjadi pintu gerbang utama bagi Manokwari dan sekitarnya.

Gubernur Dominggus Mandacan secara langsung mempresentasikan rencana proyek strategis tersebut. Beliau bertemu delegasi investor China, membuka peluang investasi lebih luas. Proyek ini menjadi prioritas pembangunan infrastruktur daerah.

Pengembangan Bandara Rendani merupakan program prioritas pemerintah daerah. Proyek ini sempat mengalami penundaan dan membutuhkan dana tambahan. Keterlibatan investor asing menjadi salah satu solusi pembiayaan. Dana ini krusial untuk merealisasikan rencana ambisius tersebut.

Gubernur Mandacan menjelaskan, proyek ini mencakup perpanjangan landasan pacu. Targetnya mencapai 2.500 meter untuk mengakomodasi pesawat lebih besar. Selain itu, akan dibangun tiga garbarata modern. Pembangunan infrastruktur pendukung juga menjadi fokus utama.

Peningkatan kapasitas layanan bandara sangat vital bagi kemajuan daerah. “Pengembangan Bandara Rendani sangat penting untuk memperkuat konektivitas,” ujar Gubernur Mandacan. Ia menambahkan, ini juga untuk menarik investasi dan mendukung distribusi logistik di seluruh Papua Barat.

Selain sektor penerbangan, Gubernur Papua Barat juga mengundang investor asing. Mereka diajak menjelajahi peluang di berbagai sektor potensial. Sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu fokus utama. Kekayaan laut Papua Barat sangat menjanjikan untuk dikembangkan.

Sektor pertanian dan perkebunan juga menawarkan potensi besar. Termasuk di dalamnya adalah produksi etanol berbasis singkong. Gubernur juga menyoroti potensi blok minyak dan gas yang akan dilelang. “Kami memiliki potensi blok minyak dan gas yang direncanakan untuk dilelang,” katanya.

Pengembangan fasilitas penyimpanan dingin juga direncanakan. Ini untuk mendukung ekspor ikan ke Shanghai, China. Kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan layanan kesehatan juga terbuka. Diversifikasi investasi diharapkan mampu mengakselerasi pembangunan.

Delegasi China telah menunjukkan minat awal yang signifikan. Mereka berpotensi menginvestasikan sekitar Rp7 triliun untuk proyek bandara. Jumlah ini setara dengan lebih dari US$400 juta. Keterlibatan BUMN China juga mungkin terjadi dalam proyek ini.

Selain itu, delegasi China juga mengajak Papua Barat berkolaborasi. Kolaborasi ini mencakup pengelolaan limbah dan pengembangan telekomunikasi berbasis satelit. Ini menunjukkan cakupan kerja sama yang luas. Potensi sinergi antar kedua belah pihak sangat besar.

Kedua belah pihak sepakat melanjutkan diskusi lebih lanjut. Pertemuan akan dilakukan pada forum regional Mei 2026 di Shanghai. Pemerintah provinsi diharapkan mempresentasikan proposal proyek secara rinci. Langkah ini menegaskan komitmen kedua belah pihak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi