Pangkalpinang, 27 September 2024 – Tim gabungan pencarian dan pertolongan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil menemukan seorang penjaga Pulau Memperak yang sempat hilang kontak. Penjaga pulau tersebut, Johari (L/50), ditemukan dalam kondisi sehat setelah perahunya mengalami mati mesin di Perairan Manggar, Belitung Timur.
Kejadian ini bermula ketika Johari, warga Desa Baru, Manggar, berencana pulang ke rumah menggunakan perahu fibernya pada Sabtu sekitar pukul 06.15 WIB. Namun, di tengah perjalanan, perahu yang digunakannya mengalami kendala serius, yaitu mati mesin, menyebabkan ia kehilangan kontak.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, mengonfirmasi kabar baik ini. “Korban sudah ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat, selanjutnya korban beserta kapalnya dibawa menuju pelabuhan nelayan Desa Baru, Manggar,” ujarnya, menegaskan keberhasilan operasi SAR tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Hilang Kontak di Perairan Manggar
Johari memulai perjalanannya dari Pulau Memperak pada Sabtu pagi, sekitar pukul 06.15 WIB, dengan tujuan pulang ke Desa Baru, Manggar. Perjalanan yang seharusnya lancar tersebut berubah menjadi menegangkan ketika perahu fibernya tiba-tiba mengalami mati mesin di tengah laut.
Sekitar pukul 07.00 WIB, Johari sempat menghubungi istrinya untuk memberitahukan insiden mati mesin yang dialaminya. Komunikasi terakhir tersebut mengindikasikan bahwa ia berada di perairan yang tidak jauh dari Pulau Memperak, sebelum akhirnya sinyal komunikasi terputus.
Istri korban yang khawatir kemudian mencoba kembali menghubungi suaminya, namun telepon tidak tersambung. Merasa cemas, ia segera mencari bantuan dan melaporkan kejadian hilangnya kontak ini kepada petugas BPBD Belitung Timur, yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.
Advertisement
Advertisement
Respons Cepat Tim SAR Gabungan
Menerima informasi mengenai Penjaga Pulau Hilang Kontak, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang segera mengambil tindakan. Satu tim Rescue dari Pos SAR Belitung Timur diberangkatkan untuk menuju lokasi kejadian yang diperkirakan berada di perairan laut Manggar, tepatnya pada koordinat 2°43'0.48"S 108°26'1.90"E.
Tim gabungan ini terdiri dari Rescuer Pos SAR Beltim, BPBD Beltim, Ditpolairud Polda Babel, dan Tagana. Mereka bergerak cepat menuju lokasi menggunakan kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas yang bersiaga di Dermaga ASDP Manggar, menunjukkan koordinasi yang solid antarlembaga.
Setelah melakukan penyisiran kurang lebih setengah jam, perahu Johari akhirnya terlihat oleh petugas Tim SAR gabungan. Menariknya, perahu tersebut sudah dalam proses ditarik oleh kapal nelayan yang kebetulan melintas dan melihat kondisi korban. Tim SAR gabungan kemudian turut memberikan pengawalan dan membantu kapal korban hingga tiba dengan selamat di Pelabuhan Nelayan Desa Baru.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi terhadap Bantuan Nelayan dan Koordinasi Efektif
I Made Oka Astawa menyampaikan apresiasi tinggi atas respons cepat dan inisiatif nelayan yang telah membantu korban. “Terima kasih kepada respons cepat nelayan yang dengan sukarela membantu korban yang mengalami mati mesin,” katanya, menyoroti peran penting masyarakat dalam situasi darurat.
Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam upaya pencarian. Keberhasilan penemuan Johari ini menjadi bukti nyata efektivitas koordinasi dan kerja sama antara berbagai pihak, mulai dari Basarnas, BPBD, Ditpolairud, Tagana, hingga masyarakat nelayan setempat.
Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam operasi pencarian dan penyelamatan di perairan. Dengan sinergi yang baik, setiap insiden Penjaga Pulau Hilang Kontak atau kejadian serupa dapat ditangani dengan maksimal, memastikan keselamatan jiwa di laut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews