Pramono Soroti Maraknya Tawuran di Koja Jakut, Siapkan Langkah Pencegahan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berusaha mengurangi jumlah tawuran di daerahnya.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Pramono Soroti Maraknya Tawuran di Koja Jakut, Siapkan Langkah Pencegahan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tengah mendalami penyebab maraknya aksi tawuran yang kembali terjadi di kawasan Koja, Jakarta Utara. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa ia sedang menyelidiki faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya aksi tawuran di wilayah Koja, Jakarta Utara. Pernyataan ini muncul setelah insiden tawuran yang merenggut nyawa seorang remaja di Komplek UKA, Kelurahan Tugu Utara, Koja, beberapa waktu yang lalu.

“Saya sedang mendalami apa sih penyebab utamanya? Karena tawuran sering terjadi untuk hal-hal kecil balap motor, nongkrong bareng-bareng, bahkan main catur pun bisa jadi tawuran kalau apa di antara mereka kemudian tidak akrab atau tidak akur,” ungkap Pramono saat berada di Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/7/2026).

Pramono menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk menurunkan angka tawuran dengan pendekatan yang lebih preventif. Ia percaya bahwa energi yang dimiliki remaja sebaiknya diarahkan ke aktivitas yang lebih bermanfaat dan konstruktif.

“Saya sekali lagi nggak bosan-bosan meminta kepada siapa pun yang melakukan tawuran itu untuk menghentikan tawuran di Jakarta. Supaya energinya disalurkan dengan hal-hal yang lebih positif, lebih produktif,” tegasnya.

Tindakan Pencegahan

Polisi mengamankan sejumlah remaja yang diduga hendak tawuran di Jalan Beting Remaja RW 19, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. (Dok. Istimewa)
Sejumlah remaja yang dicurigai akan tawuran diamankan oleh polisi di Jalan Beting Remaja RW 19, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. (Dok. Istimewa)

Untuk mencegah terjadinya tawuran, Pemprov DKI Jakarta telah mengambil inisiatif dengan membangun berbagai fasilitas olahraga dan ruang kegiatan di area yang sebelumnya sering menjadi tempat terjadinya konflik.

Pramono menjelaskan, "Contohnya yang kami bangunkan untuk skateboard, kemudian ring tinju, di tempat yang memang dulu tawurannya sering terjadi," menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah tersebut.

Pramono juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk menghentikan aksi tawuran yang tidak memberikan manfaat bagi siapapun.

Ia menekankan, "Jadi sekali lagi, untuk yang berkaitan dengan tawuran, Pemerintah DKI Jakarta sekali lagi meminta untuk benar-benar bisa dihilangkan atau minimum dikurangi di Jakarta ini. Dan kami akan memberikan fasilitas untuk itu," menandaskan pentingnya kolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan positif.

Rekomendasi