Laporan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Mendadak Dicabut, Ini Respons Polisi

Laporan menyebutkan bahwa Jesslyn diduga diculik secara paksa oleh lima orang di Restoran Saung Kito yang terletak di Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Laporan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Mendadak Dicabut, Ini Respons Polisi
Atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay diduga menjadi korban penculikan. Foto: Istimewa

Polres Metro Jakarta Pusat terus melanjutkan penyelidikan terkait dugaan penculikan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya (JW), meskipun teman korban yang bernama NA telah mencabut laporan polisi. Saat ini, penyidik berusaha keras untuk mengungkap fakta-fakta di balik kejadian tersebut dan mencari keberadaan Jesslyn yang hingga saat ini masih tidak diketahui.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, laporan mengenai dugaan penculikan itu awalnya dibuat oleh NA, yang merupakan teman dekat Jesslyn. Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa Jesslyn diduga telah dibawa secara paksa oleh lima orang dari Restoran Saung Kito yang terletak di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 13 Juli 2026.

Roby menambahkan, "Kami sudah menerima laporan polisi tersebut dan sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian yang dilaporkan, termasuk memeriksa CCTV di lokasi, saksi-saksi, rumah korban, serta rumah orang tua korban," ungkapnya pada Selasa, 21 Juli 2026.

Dengan langkah-langkah tersebut, pihak kepolisian berharap dapat menemukan titik terang dalam kasus ini dan memastikan keselamatan Jesslyn.

Usaha Pencarian

Roby menyatakan bahwa pelapor telah menarik kembali laporan yang sebelumnya diajukan di Polres Metro Jakarta Pusat pada hari Minggu, 19 Juli 2026. Meskipun laporan tersebut telah dicabut, proses penyelidikan tetap berlanjut tanpa ada penghentian.

"Kami belum menghentikan penyelidikan karena belum menemukan keterangan yang sebenarnya terjadi, apakah ada perbuatan pidana dalam peristiwa tersebut," tuturnya.

Hingga saat ini, keberadaan Jesslyn masih belum diketahui oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, diduga korban sudah tidak berada di Jakarta.

"Korban masih kami lakukan pencarian. Ada kemungkinan tidak berada di Kota Jakarta. Kami masih mendalami apakah kepergian korban atas kemauan sendiri atau memang ada dugaan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan pada awalnya," jelas Roby.

Dengan demikian, pihak kepolisian terus melakukan upaya pencarian dan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran kasus ini.

Korban Sempat Berteriak

Jesslyn Wijaya Lay, seorang atlet golf putri, diduga menjadi korban penculikan ketika menghadiri perayaan ulang tahun keluarganya di sebuah restoran yang terletak di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Sebelum dibawa pergi, korban dilaporkan sempat berteriak meminta tolong saat dua pria bertubuh besar memaksanya masuk ke dalam mobil.

Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, menjelaskan bahwa dugaan penculikan berlangsung pada Senin (13/7) sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, Mangga Besar. Menurut keterangan beberapa saksi, peristiwa tersebut terjadi tepat sebelum acara ulang tahun dimulai. Korban diduga ditutup matanya dan dibawa oleh dua pria ke sebuah mobil berwarna hitam.

"Korban sempat berteriak meminta tolong dan berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ungkap Andi dalam pernyataannya pada Selasa (21/7/2026).

Sejak insiden tersebut, Jesslyn tidak dapat dihubungi oleh keluarga maupun teman-temannya. Telepon seluler yang diduga digunakan oleh korban juga tidak dapat diakses.

Andi menambahkan bahwa pihak kepolisian telah mengunjungi lokasi kejadian untuk memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penelusuran ke beberapa tempat yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.

Posisi Korban

Sejak saat itu, menurut keterangan yang diberikan, Jesslyn tidak lagi bisa dihubungi oleh keluarganya maupun teman-temannya. Telepon seluler yang diduga milik korban juga tidak dapat diakses sama sekali.

Andi menyatakan bahwa pihak kepolisian telah datang ke lokasi kejadian untuk memeriksa beberapa saksi dan melakukan penelusuran di beberapa tempat yang diduga berkaitan dengan keberadaan Jesslyn. Keluarga juga menerima informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut, bahwa Jesslyn diduga melakukan perjalanan ke Malaysia melalui Semarang pada tanggal 14 Juli 2026.

Selain itu, telepon seluler yang diduga milik Jesslyn juga masih terdeteksi berada di area Puri Jimbaran. Meskipun demikian, Andi menekankan bahwa semua informasi tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh pihak penyidik.

Dia menambahkan, "Kami berharap Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan langkah-langkah penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel."

Dengan harapan tersebut, keluarga Jesslyn menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak berwajib.

Rekomendasi