Tim SAR Berhasil Temukan Nelayan Hilang di Sikka NTT Setelah Empat Hari Terombang-ambing
Tim SAR gabungan berhasil menemukan Wawan Budiyanto, seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Sikka NTT sejak 21 November 2025, dalam keadaan selamat namun kelelahan.
Tim Search And Rescue (SAR) gabungan sukses menemukan seorang nelayan bernama Wawan Budiyanto (24) yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pulau Sukun Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif selama empat hari di wilayah laut tersebut. Korban ditemukan dalam kondisi selamat meskipun menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Wawan Budiyanto, warga Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, dilaporkan hilang oleh istrinya pada Selasa pagi. Ia terakhir terlihat melaut menggunakan sampan di Perairan Pulau Sukun pada 21 November 2025. Keberadaannya tidak diketahui hingga akhirnya ditemukan.
Hilangnya Wawan dipicu oleh kerusakan mesin sampannya di tengah laut, yang mengakibatkan ia terombang-ambing. Tim SAR Maumere segera melancarkan operasi pencarian setelah menerima laporan. Upaya pencarian melibatkan penyisiran area luas hingga ke Flores Timur.
Kronologi Hilangnya Nelayan Sikka
Wawan Budiyanto memulai pelayaran pada 21 November 2025 dari Perairan Pulau Sukun Sikka, namun tidak kembali sesuai jadwal. Istrinya melaporkan kejadian ini ke Kantor Basarnas Maumere setelah suaminya tidak bisa dihubungi pada 25 November 2025 pukul 06.00 WITA. Laporan ini memicu dimulainya operasi pencarian terhadap nelayan hilang di Sikka NTT.
Sebelum kontak terputus, Wawan sempat menghubungi istrinya melalui telepon genggam. Ia menginformasikan bahwa perahu yang digunakannya mengalami kerusakan serius. Kerusakan tersebut meliputi mati mesin, patahnya as kapal, dan hilangnya baling-baling perahu.
"Sampai istri korban melaporkan ke kantor handphone korban tidak dapat dihubungi," ujar Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman. Kondisi ini membuat keluarga dan tim SAR khawatir akan keselamatan Wawan yang terombang-ambing di laut lepas.
Operasi Pencarian Tim SAR Gabungan di Perairan NTT
Setelah menerima laporan, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Maumere segera bergerak. Mereka menggunakan kapal rigid inflatable boat (RIB) untuk menyisir Perairan Pulau Sukun dan Pulau Pemana Sikka. Pencarian awal ini berfokus pada lokasi terakhir yang diduga menjadi keberadaan korban.
Upaya pencarian awal tidak membuahkan hasil, sehingga tim SAR memutuskan untuk memperluas area pencarian. Wilayah operasi diperluas hingga mencakup Perairan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Perluasan area ini diharapkan dapat menjangkau lokasi korban yang mungkin terbawa arus.
Pencarian yang intensif ini melibatkan koordinasi antarinstansi dan penggunaan teknologi. Tim bekerja tanpa henti untuk menemukan Wawan Budiyanto, seorang nelayan Sikka yang hilang. Kondisi laut dan cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam operasi ini.
Penemuan dan Evakuasi Nelayan yang Selamat
Sekitar pukul 12.30 WITA, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Wawan Budiyanto. Korban ditemukan dalam keadaan selamat di koordinat 08°01'35"S - 122°52'36"E. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 34.5 nautical mile dari titik awal pencarian.
"Sekitar pukul 12.30 WITA pencarian tim SAR gabungan di sekitar perairan Tanjung Bunga membuahkan hasil, korban ditemukan dalam keadaan selamat namun sudah dalam sedikit kelelahan akibat terombang ambing-ambing seharian," ungkap Fathur Rahman. Meskipun selamat, Wawan menunjukkan tanda-tanda kelelahan fisik akibat insiden tersebut.
Pada pukul 19.00 WITA, korban segera dievakuasi menggunakan kapal RIB menuju Pelabuhan Wuring Maumere untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. "Operasi SAR kami nyatakan selesai," tegas Fathur Rahman, menandai berakhirnya misi penyelamatan nelayan hilang di Sikka NTT ini.
Sumber: AntaraNews