Basarnas Temukan Jasad Nelayan Wayan Dana, Pemilik Jukung Tanpa Awak di Pantai Karang
Setelah tiga hari pencarian, Basarnas Bali berhasil menemukan jasad nelayan Wayan Dana (60) yang hilang di perairan Pantai Karang Sanur, Denpasar, setelah jukungnya ditemukan tanpa awak. Penemuan jasad nelayan ini mengakhiri misteri hilangnya korban.
Tim SAR gabungan dari Basarnas Bali akhirnya menemukan jasad Wayan Dana (60), seorang nelayan yang sebelumnya dikabarkan hilang di perairan Pantai Karang Sanur, Denpasar. Penemuan ini terjadi pada Sabtu (22/11) pagi, setelah jukung miliknya ditemukan terombang-ambing tanpa awak pada Kamis (20/11) lalu. Proses pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR telah berlangsung selama tiga hari.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, mengonfirmasi penemuan tersebut di Denpasar. "Pencarian tim SAR gabungan selama 3 hari akhirnya membuahkan hasil, nelayan yang sempat dikabarkan hilang di Perairan Pantai Karang Sanur pada hari Kamis akhirnya ditemukan hari ini," ujarnya. Jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, mengakhiri kekhawatiran keluarga dan masyarakat setempat.
Jasad Wayan Dana ditemukan sekitar pukul 09.50 Wita, setelah tim SAR menerima laporan dari nelayan lain mengenai adanya tubuh terapung. Penemuan ini memberikan jawaban atas hilangnya nelayan tersebut yang sempat menjadi perhatian publik melalui rekaman jukung tanpa awak yang viral di media sosial.
Kronologi Penemuan Jasad dan Identifikasi Korban
Penemuan jasad Wayan Dana bermula dari informasi yang diterima tim SAR gabungan pada Sabtu pagi. Seorang nelayan melaporkan melihat tubuh terapung dalam posisi telungkup di perairan. Informasi ini segera ditindaklanjuti oleh tim pencari yang bergerak cepat menuju lokasi.
Saat didekati, ciri-ciri pada jasad tersebut sesuai dengan deskripsi Wayan Dana yang hilang. "Saat didekati terlihat korban masih mengenakan baju kotak-kotak dan celana abu-abu, sesuai ciri-ciri nelayan yang hilang, informasi penemuan itu segera ditindaklanjuti tim SAR gabungan," jelas Nyoman Sidakarya. Identifikasi awal ini memperkuat keyakinan bahwa jasad tersebut adalah Wayan Dana.
Jasad Wayan Dana ditemukan sekitar 8,9 Nautical Mile (Nm) barat daya dari lokasi awal jukungnya ditemukan. Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban dibawa menuju Pelabuhan Benoa. Dari sana, ambulans BPBD Kabupaten Badung kemudian mengantarkan jenazah ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.
Hilangnya Nelayan dan Penemuan Jukung Tanpa Awak
Wayan Dana diketahui mulai melaut pada Kamis (20/11) sekitar pukul 07.00 Wita. Namun, pada siang harinya, hanya jukung atau perahu kecil miliknya yang kembali ke permukaan tanpa ada pengemudinya. Jukung tersebut terlihat terombang-ambing di Pantai Karang dengan mesin yang masih menyala.
Kejadian ini pertama kali diketahui ketika sebuah perahu kecil berwarna biru putih terlihat terombang-ambing tanpa awak. Banyak warga yang merekam kejadian tersebut, dan video jukung tanpa pengemudi ini kemudian beredar luas di media sosial, menimbulkan kekhawatiran akan nasib pemiliknya. Penemuan jukung ini menjadi titik awal pencarian Wayan Dana.
Sekitar pukul 14.30 Wita, jukung tersebut ditemukan oleh Boat rute Sanur-Nusa Penida dan informasinya langsung diteruskan ke tim Balawista. Tim Balawista bersama nelayan setempat kemudian menarik jukung tersebut ke pinggir Pantai Mertasari Sanur sekitar pukul 16.00 Wita, sementara pencarian terhadap Wayan Dana terus dilakukan.
Upaya Pencarian dan Kolaborasi Tim SAR
Basarnas Bali baru menerima informasi mengenai hilangnya Wayan Dana pada Kamis malam, sekitar pukul 18.20 Wita. Menanggapi laporan tersebut, empat personel segera diterjunkan untuk menyisir sepanjang bibir pantai. Namun, upaya penurunan alat SAR laut tidak memungkinkan saat itu karena kondisi sudah gelap dan jarak pandang terbatas.
Pencarian intensif kemudian dilanjutkan pada hari-hari berikutnya, melibatkan berbagai pihak. Selama berlangsungnya operasi pencarian hingga evakuasi, Basarnas Bali mendapatkan dukungan penuh dari sejumlah instansi dan potensi SAR. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam upaya kemanusiaan.
Pihak-pihak yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi jasad nelayan Wayan Dana meliputi TNI AL, Polairud Polda Bali, Pol Air Polresta Denpasar, BPBD Denpasar, BPBD Badung, Potensi SAR 115 Arjuna Rescue, Potensi Bali Rescue, Potensi Namru, Potensi Bali Emergency Response, Potensi Dewata Rescue Service, Potensi Orari, serta keluarga korban dan masyarakat setempat. Kerjasama ini berperan penting dalam keberhasilan operasi SAR.
Sumber: AntaraNews