Tim SAR Berhasil Evakuasi Jenazah Nelayan di Perairan Lontar Serang Setelah Pencarian Intensif
Tim SAR Gabungan berhasil menuntaskan operasi pencarian dan evakuasi nelayan Serang bernama Andi (30) yang dilaporkan jatuh di Perairan Lontar, Serang, Banten, pada hari kedua pencarian.
Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi jenazah seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan jatuh ke laut di Perairan Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. Korban ditemukan pada hari kedua operasi pencarian setelah upaya intensif dari berbagai unsur. Penemuan ini mengakhiri kekhawatiran keluarga serta proses pencarian yang melibatkan banyak pihak.
Jenazah nelayan tersebut teridentifikasi sebagai Andi (30), warga Kampung Baru, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Serang. Ia dilaporkan terjatuh di sekitar koordinat 106°18'20.21"E – 05°57'32.23"S, memicu respons cepat dari tim penyelamat. Insiden ini menyoroti risiko yang dihadapi para nelayan dalam menjalankan profesinya di laut lepas.
Menurut Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Basarnas Banten, Rizky Dwianto, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 07.20 WIB. Lokasi penemuan berjarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP) awal. Keberhasilan operasi evakuasi nelayan Serang ini menjadi bukti koordinasi yang baik antarlembaga.
Detik-detik Penemuan dan Proses Pencarian
Operasi pencarian memasuki hari kedua dengan Tim SAR Gabungan memulai penyisiran pada pukul 07.00 WIB. Tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan cakupan area pencarian. Strategi pembagian tugas ini terbukti efektif dalam menyisir wilayah perairan yang luas.
SRU 1 melakukan pencarian menggunakan kapal amfibi dengan metode creeping line, mencakup area seluas 8,18 mil laut (NM). Sementara itu, SRU 2 menyisir menggunakan perahu karet (rubber boat) milik Basarnas, dengan cakupan area 5,5 NM. Kedua unit ini fokus pada area perairan di sekitar lokasi kejadian.
Tidak hanya di laut, upaya pencarian juga dilakukan melalui jalur darat oleh SRU 3. Tim ini menyisir area pantai ke arah barat dan timur Pantai Lontar, masing-masing sejauh 1,5 kilometer. Kondisi cuaca berawan yang kondusif turut mendukung kelancaran operasi pencarian dan evakuasi nelayan Serang ini.
Sinergi Tim SAR Gabungan dalam Evakuasi
Operasi pencarian dan evakuasi nelayan Serang ini melibatkan berbagai unsur gabungan yang menunjukkan sinergi kuat. Tim Rescue Basarnas Banten menjadi koordinator utama dalam misi kemanusiaan ini. Mereka mengerahkan personel dan peralatan terbaik untuk menemukan korban.
Selain Basarnas Banten, dukungan juga datang dari Lanal Banten, MDMC, Vertical Rescue, serta nelayan setempat. Keterlibatan nelayan lokal sangat krusial karena mereka memiliki pemahaman mendalam tentang karakteristik perairan Lontar. Kolaborasi ini mempercepat proses penemuan jenazah.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR kecelakaan laut tersebut secara resmi ditutup. Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama dan sinergi seluruh unsur yang terlibat. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews