Basarnas Bali Berhasil Lakukan Penyelamatan Pecinta Hewan di Tebing Pandawa
Tim Basarnas Bali sukses melakukan Penyelamatan Pecinta Hewan di Tebing Pandawa, Badung, setelah seorang pria terjebak saat menolong anjing. Kejadian ini menarik perhatian banyak pihak dan menunjukkan dedikasi tim SAR.
Tim Kantor Basarnas Bali berhasil mengevakuasi seorang pria pecinta binatang bernama Roger (55) yang terjebak di tebing Pantai Pandawa, Kabupaten Badung, Bali. Peristiwa Penyelamatan Pecinta Hewan di Tebing Pandawa ini terjadi pada Sabtu (13/6) malam setelah korban berupaya menolong seekor anjing yang juga terjebak. Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat kondisi medan yang sulit dan minimnya penerangan di lokasi kejadian.
Roger mulanya turun ke tebing setinggi 15 meter untuk menyelamatkan anjing tersebut, namun ia terjebak pada ketinggian 5 meter dari puncak. Tali yang digunakannya dirasa tidak aman untuk kembali naik, sehingga ia memutuskan untuk meminta bantuan. Saksi bernama Ratih kemudian menghubungi Basarnas Bali untuk meminta pertolongan segera.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara, menyatakan bahwa tim rescue segera diberangkatkan setelah menerima laporan. Penyelamatan berlangsung pada malam hari dan korban berhasil dievakuasi dengan teknik lifting.
Kronologi Penyelamatan Dramatis di Tebing Pandawa
Informasi mengenai insiden ini diterima oleh petugas Kantor Basarnas Bali pada Sabtu (13/6) sekitar pukul 18.40 Wita. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Roger, seorang pecinta binatang berusia 55 tahun, terjebak di tebing setelah berupaya menolong seekor anjing. Korban tidak berani kembali naik karena tali yang digunakan berisiko putus, sehingga memerlukan bantuan profesional.
Tim rescue Basarnas Bali yang terdiri dari tujuh personel segera bergerak menuju Pantai Pandawa setelah menerima laporan tersebut. Mereka tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 19.30 Wita dan langsung melakukan analisa medan. Situasi di tebing yang gelap menjadi tantangan utama bagi tim Penyelamatan Pecinta Hewan di Tebing Pandawa.
Satu personel Basarnas diturunkan untuk mencapai posisi korban guna menenangkan dan mempersiapkan evakuasi. Dengan ketelitian dan kecermatan, tim SAR gabungan berhasil mengatasi kendala minimnya pencahayaan. Proses Penyelamatan Pecinta Hewan di Tebing Pandawa ini menunjukkan koordinasi yang baik antar berbagai pihak.
Akhirnya, pada pukul 21.05 Wita, Roger berhasil dibawa naik ke atas tebing dengan teknik lifting. “Roger (korban) dibawa naik ke atas dengan teknik lifting pada pukul 21.05 Wita dalam keadaan selamat,” kata I Wayan Juni Antara.
Sinergi Tim SAR Gabungan dalam Operasi Penyelamatan
Proses evakuasi di Tebing Pandawa melibatkan berbagai unsur SAR yang bekerja sama secara sinergis. Tim rescue dari Basarnas Bali menjadi ujung tombak dalam operasi ini, didukung oleh Balawista Pantai Pandawa dan pengelola Pantai Pandawa. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap aspek Penyelamatan Pecinta Hewan di Tebing Pandawa dapat tertangani dengan baik.
Selain itu, rekan korban dan masyarakat setempat juga turut memberikan bantuan dan dukungan selama proses evakuasi berlangsung. Kehadiran mereka sangat membantu dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tim penyelamat. Sinergi ini merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi medan yang menantang dan kondisi gelap.
Meskipun kondisi sekitar Tebing Pandawa gelap dan minim pencahayaan, kendala tersebut dapat diatasi berkat profesionalisme tim. “Selama proses penyelamatan kondisi di sekitar Tebing Pandawa gelap, karena minim pencahayaan sempat menjadi kendala, namun bisa diatasi dengan ketelitian dan kecermatan Tim SAR gabungan,” jelas Juni.
Koordinasi yang efektif antar semua pihak yang terlibat memastikan keselamatan korban dan tim penyelamat. Operasi Penyelamatan Pecinta Hewan di Tebing Pandawa ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama tim dapat mengatasi situasi darurat.
Motivasi dan Ungkapan Terima Kasih Korban
Roger, korban yang berhasil diselamatkan, menceritakan motivasinya turun ke tebing untuk menolong seekor anjing. Ia menjelaskan bahwa anjing tersebut terjebak dan pemadam kebakaran sedang memiliki panggilan pertolongan lain. Sebagai pecinta binatang, ia merasa terpanggil untuk bertindak, meskipun harus menghadapi risiko.
Namun, tali yang mereka gunakan secara mandiri hanya cukup kuat untuk menarik anjing tersebut, bukan untuk menopang dirinya kembali naik. “Yang pasti saya di atas itu bertopang takut rontok tebingnya, saya berpegang di badan tebing, dari atas tidak mau ambil risiko talinya tidak kuat jadi cari bantuan lain yaitu basarnas,” ujarnya.
Setelah diselamatkan, Roger menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada tim SAR. Ia mengakui bahwa tanpa bantuan Basarnas, ia mungkin masih terjebak di tebing. “Saya pribadi terima kasih banyak sudah ditolong, kalau tidak ada tim SAR saya masih diam di atas tebing sekarang,” ucapnya.
Roger juga menambahkan sebuah refleksi tentang para pecinta binatang. “Maafkan kegilaan kami, karena orang-orang pencinta binatang ini memang kadang-kadang nyalinya melebihi logika,” katanya. Pernyataan ini menggambarkan dedikasi tinggi para pecinta hewan dalam menyelamatkan makhluk lain.
Sumber: AntaraNews