WNA Meninggal Dunia di Bali Diduga Terseret Banjir Saat Hujan Deras
Seorang Warga Negara Asing (WNA) ditemukan meninggal dunia di Badung, Bali, diduga setelah terseret banjir saat menerobos genangan air dengan sepeda motor, memicu pencarian identitas korban.
Seorang Warga Negara Asing (WNA) ditemukan meninggal dunia di Badung, Bali, setelah diduga terseret banjir yang melanda Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara. Insiden tragis ini terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.10 Wita. Pihak kepolisian masih berupaya mengidentifikasi korban serta mencari tahu keberadaan tempat tinggalnya.
Pejabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan bahwa korban berjenis kelamin perempuan dan identitasnya belum diketahui. Ia diduga terseret arus banjir bersama sepeda motornya, yang kemudian tersangkut di antara dinding jembatan dan kayu yang terbawa air. Penemuan jasad korban baru bisa dilakukan setelah air sungai surut.
Evakuasi korban berhasil dilakukan oleh Tim Basarnas Provinsi Bali, namun kendaraan yang digunakan korban masih terjepit di gorong-gorong jembatan. Kondisi air yang masih tinggi menyulitkan proses evakuasi sepeda motor tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya banjir di musim penghujan, terutama bagi pengendara.
Kronologi Penemuan WNA Terseret Banjir
Penemuan jasad WNA tersebut terjadi pada Minggu pagi pukul 04.40 Wita, setelah debit air sungai mulai menurun. Menurut keterangan Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, "Korban ditemukan pada pukul 04.40 Wita ketika sungai surut, di bawah jembatan jalan menuju Canggu Pertiwi dalam keadaan meninggal dunia, dimana posisi korban tersangkut di diantara dinding jembatan dan sela kayu yang tersangkut di bawah jembatan tersebut." Posisi korban yang terjepit menunjukkan kuatnya arus banjir saat kejadian.
Setelah ditemukan, proses evakuasi jasad korban membutuhkan waktu beberapa jam. Tim Basarnas Provinsi Bali berhasil mengangkat jasad korban pada pukul 10.40 Wita. Jasad tersebut kemudian segera dibawa ke RSUP Prof IGN Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut dan proses identifikasi.
Meskipun jasad korban telah dievakuasi, identitas lengkap korban masih belum diketahui. Petugas tidak menemukan dokumen identitas saat melakukan evakuasi. Pihak kepolisian terus melakukan upaya pencarian informasi mengenai identitas dan tempat tinggal korban untuk memberitahukan kepada pihak keluarga.
Kendala Evakuasi Kendaraan dan Upaya Identifikasi
Proses evakuasi kendaraan yang diduga digunakan korban menghadapi kendala serius. Sepeda motor korban masih terjepit di dalam gorong-gorong jembatan. "Untuk kendaraan korban belum bisa dievakuasi karena kondisi terjepit didalam gorong-gorong jembatan dan kondisi air yang masih besar menyulitkan untuk melakukan evakuasi," tambah Ayu Inastuti.
Kondisi ini menunjukkan betapa parahnya dampak banjir di lokasi kejadian, yang tidak hanya merenggut nyawa tetapi juga menyebabkan kerusakan dan kesulitan dalam penanganan pasca-kejadian. Pihak berwenang menunggu kondisi air surut sepenuhnya untuk melanjutkan evakuasi kendaraan.
Selain evakuasi kendaraan, fokus utama saat ini adalah identifikasi korban. Kepolisian Resor Badung terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk imigrasi dan konsulat, untuk mempercepat proses pengungkapan identitas WNA yang meninggal dunia ini. Informasi dari masyarakat yang mungkin mengenal korban juga sangat diharapkan untuk membantu proses identifikasi.
Sumber: AntaraNews