Gubernur Koster Peringatkan Cuaca Ekstrem di Bali, Warga Diminta Waspada
Gubernur Koster mengatakan, bahwa hujan lebat memang merata di sejumlah wilayah Bali yang terjadi sejak Sabtu (21/2).
Gubernur Bali, Wayan Koster merespon soal cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Bali, yang mengakibatkan banjir maupun tanah longsor yang terjadi di sejumlah titik di Pulau Bali, pada Selasa (24/2).
Gubernur Koster mengatakan, bahwa hujan lebat memang merata di sejumlah wilayah Bali yang terjadi sejak Sabtu (21/2).
"Iya (merata) karena dari Sabtu hujannya tidak henti dari pagi sampai malam, dari malam sampai pagi," kata Koster, di Denpasar, Bali, Selasa (24/2) sore.
Mitigasi
Kemudian, untuk mitigasi pihak BPBD Bali telah melakukan antisipasi dengan memasang alat deteksi dini di sejumlah titik rawan, dengan menggunakan peringatan berupa sirine yang akan berbunyi jika debit air naik dan membahayakan.
"BPBD sudah memasang alat untuk deteksi dini. Kalau, memang ada hal yang rawan ada sirine yang berbunyi untuk penanganan," imbuhnya.
Ia menyampaikan, bahwa dalam peristiwa banjir hari ini tidak ada korban jiwa. Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat saat cuaca ekstrem ini mengurangi aktivitas berpergian jika tidak mendesak.
"Iya berhati-hati. Kalau tidak perlu sekali hindari berpergian yang jauh. Apalagi ada jalur atau jarak rawan banjir," ujarnya.
Terdampak banjir
Sebelumnya, hujan serta angin yang cukup kencang terjadi di wilayah Bali hingga mengakibatkan sejumlah tempat atau titik terdampak banjir di beberapa wilayah di Bali, pada Selasa (24/2).
Hujan melanda sejumlah wilayah Provinsi Bali sejak Sabtu (21/1) lalu, sejumlah titik tercatat mengalami bencana hidrologi seperti longsor, banjir dan pohon tumbang.
Kalaksa BPBD I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengatakan, hingga pukul 12:00 WITA tercatat ada 76 titik kejadian.
"Untuk banjir ada 42 titik, tanah longsor 5 titik, tanggul jebol 1 titik, peristiwa angin puting beliung 1 titik, pohon tumbang ada 2 titik dan senderan jebol ada di 4 titik," kata Agung Teja, Selasa (24/2).