Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Bali, BPBD Catat 76 Titik Banjir dan Longsor
Hujan deras dan angin kencang memicu 76 titik bencana di Bali, termasuk banjir dan longsor. Puluhan warga di Denpasar dan Badung dievakuasi petugas.
Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Bali pada Selasa (24/2) dan menyebabkan banjir di beberapa titik.
Cuaca buruk ini berlangsung sejak Sabtu (21/2) dan memicu berbagai bencana hidrologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengatakan hingga pukul 12.00 WITA tercatat 76 kejadian bencana di berbagai daerah.
"Untuk banjir ada 42 titik, tanah longsor 5 titik, tanggul jebol 1 titik, peristiwa angin puting beliung 1 titik, pohon tumbang ada 2 titik dan senderan jebol ada di 4 titik," kata Agung Teja, Selasa (24/2).
Ia menyebutkan sejumlah wilayah terdampak antara lain Kabupaten Gianyar dengan empat titik pohon tumbang dan satu longsor, Buleleng dua pohon tumbang dan dua longsor, serta Tabanan dengan dua pohon tumbang, dua banjir, dan satu longsor.
Di Kota Denpasar tercatat 30 titik banjir, dua pohon tumbang, satu tanggul jebol, satu puting beliung, satu longsor, dan satu senderan jebol. Sementara Kabupaten Badung mengalami 10 titik banjir dan dua pohon tumbang.
Evakuasi Warga Dilakukan di Sejumlah Lokasi
BPBD bersama aparat melakukan evakuasi warga di beberapa wilayah terdampak banjir. Di Jalan Dewi Sarawati II, Seminyak, Kabupaten Badung, sebanyak 30 warga dievakuasi.
Proses evakuasi juga dilakukan di Jalan Dewi Sarawati III serta Jalan Gunung Athena II yang mengevakuasi 10 warga.
Petugas juga menangani banjir di Jalan Campuhan II Legian Kuta, Jalan Hang Tuah Gang Mawar Sanur, serta Jalan Gurita IV Sesetan Denpasar, di mana satu bayi dan tiga balita berhasil dievakuasi dari lokasi banjir.
Penanganan juga dilakukan di Jalan Bumi Ayu Sanur untuk evakuasi tamu hotel oleh Polda Bali. Sementara tanah longsor menimpa Pura Taman Beji di Denpasar dan senderan rumah jebol di kawasan Gatsu Timur masih dalam penanganan BPBD dan aparat terkait.
"Untuk warga yang dievakuasi 30 orang, untuk bangunan rusak dan bangunan terendam sedang pendataan. Pemantauan tinggi air di Tukad Badung serta memastikan semua pintu air di dekat hilir sungai-sungai besar di Kota Denpasar dalam keadaan terpantau dan terbuka," ujarnya.