Peringatan Keras Kepala Bakom: Ribuan Perlintasan Kereta Berpotensi Picu Kecelakaan
Presiden Prabowo pagi tadi menjenguk korban kecelakaan tabrakan KRL dengan kereta Argo Bromo.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) M. Qodari menyebut kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur menjadi peringatan serius atau wake up call pemerintah untuk membenahi atau menutup. perlintasan kereta api sebidang.
“Rasanya ini ada wake up call bagi kita semua, bahwa di perlintasan kereta api segala macam hal bisa terjadi. Mobil mogok, sepeda motor, dan lain-lain yang bisa memicu peristiwa fatal,” kata Qodari usai pisah sambut Kepla Bakom, Selasa (28/4/2026).
Qodari mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto langsung menjenguk korban pagi ini, dan berkomitemn memperbaikin sistem Perkeretaapian.
“Jam 08.40 Bapak Presiden langsung datang untuk menjenguk para korban. Kita lihat bagaimana komitmen dan kecintaan beliau terhadap kereta api begitu besar,” ujarnya.
Penanganan Sistemik
Saat ini, setidaknya 1800 titik perlintasan kereta api yang berisiko tinggi di Pulau Jawa, angka itu belum termasuk di pulau lainnya.
“Di era Bapak Prabowo ini, mudah-mudahan akan ada penanganan yang jauh lebih sistematik untuk menangani perlintasan kereta api yang jumlahnya sangat banyak,” jelasnya.
Qodari memastikan, pemerintah akan memberikan penangan sistematis di perlintasan kereta agar kejadian serupa tidam terulang.
“Kalau kita tidak memberikan penanganan yang sistematik, berarti tiap hari kita menghadapi setidaknya 1.800 titik risiko. Belum lagi perlintasan di wilayah lain seperti Sumatera yang juga memiliki banyak jalur kereta,” pungkasnya.