Polisi Gunakan Traffic Accident Analysis untuk Bongkar Penyebab Kecelakaan Kereta
Pihak berwenang menggunakan Traffic Accident Analysis untuk menyelidiki insiden tabrakan KRL dengan kereta Argo Bromo Anggrek.
Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan maut taksi listrik Green SM, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek.
Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, menegaskan penyelidikan masih berjalan.
“Masih proses,” kata dia kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
Sandhi mengungkap, metode Traffic Accident Analysis (TAA) diterapkan untuk membongkar rangkaian kecelakaan. Namun, pemeriksaan saat ini belum menyentuh KA Argo Bromo Anggrek.
“Iya. Tapi kereta KRL ya, bukan KA Argo Bromo Anggrek,” katanya.
Masih Didalami
Dalam analisis itu, polisi mendalami seluruh aspek kecelakaan, mulai dari jejak di lokasi hingga kondisi kendaraan sebelum dan sesudah tabrakan.
“Semua, termasuk jejak Laka, bekas benturan, kecepatan awal sebelum crashing, kecepatan pada saat crashing, kondisi kedua kendaraan sebelum, pada saat, dan setelah Laka,” ujarnya.
Dia mengatakan, proses TAA ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Dalam minggu ini,” ucapnya.
Sementara itu, mobil taksi yang menjadi pemicu awal kecelakaan telah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota. Kondisinya rusak berat.