Dirut KAI Bertemu Presiden Prabowo, Laporkan soal Penutupan Ribuan Perlintasan Sebidang, Jakarta Terbanyak
Langkah tegas ini diambil demi menjamin keselamatan masyarakat dan kelancaran perjalanan kereta.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus bergerak cepat untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di berbagai wilayah. Fokus utama saat ini adalah menuntaskan persoalan perlintasan sebidang yang kerap memicu kecelakaan fatal.
Langkah tegas ini diambil demi menjamin keselamatan masyarakat dan kelancaran perjalanan kereta. Upaya penutupan perlintasan tanpa palang pintu ini menjadi prioritas yang dilaporkan langsung kepada pihak kementerian terkait.
"Perlintasan sebidang, nah tadi kita progres, kita update ke beliau (presiden) bahwa kita harus berprogres cepat untuk perlintasan sebidang ini," kata Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Kamis (11/6).
Hingga saat ini, ratusan titik perlintasan sebidang yang dinilai membahayakan telah disterilkan oleh petugas. KAI berkomitmen untuk tidak menunda-nunda proses ini di lapangan.
"Apa lagi ya perlintasan sebidang ya, kita udah banyak yang udah kita tutup lah. Ada 172 yang udah tutup," jelasnya.
Meskipun ratusan titik sudah berhasil ditangani, KAI tidak lantas berpuas diri. Masih ada ratusan perlintasan lain yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan intensif.
"Ada 490 lagi on progress kita tutup," sebutnya.
Ribuan Perlintasan Sebidang
Selain melakukan penutupan total, KAI juga menyiapkan langkah mitigasi lain untuk ribuan titik perlintasan tersisa. Titik-titik tersebut akan dipasangi palang pintu guna menekan risiko kecelakaan.
"Sisanya itu 1.148, itu nanti sudah sudah kita mulai untuk progres palang pintu," ungkapnya.
Wilayah megapolitan rupanya menjadi fokus utama dalam proyek keselamatan ini. KAI mencatat wilayah ibu kota dan sekitarnya mengantongi angka tertinggi untuk target penutupan.
"Ya, yang paling banyaknya Jakarta. Jakarta, Jabodetabek paling banyak. Ada 166," pungkasnya.