Istana Pastikan Evaluasi Taksi Green SM Buntut Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Petugas gabungan terus bekerja di lokasi kecelakaan untuk memastikan seluruh korban dievakuasi dengan aman.
Sekretaris Kabiner (Seskab) Teddy Indra Wijaya memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi pihak perusahaan taksi Green SM. Hal ini dilakukan usai taksi Green SM diduga menjadi pemicu kecelakaan kereta antara KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
"Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," jelas Teddy dalam keterangannya, Selasa (28/4).
Dia menyampaikan proses evakuasi dilakukan secara intensif, cepat, dan hati hati, termasuk upaya penyelamatan terhadap korban yang sempat terjebak di dalam gerbong kereta. Petugas gabungan terus bekerja di lokasi kecelakaan untuk memastikan seluruh korban dievakuasi dengan aman.
Teddy menuturkan seluruh korban kecelakaan tabrakan kereta dirawat intensif di 12 rumah sakit sekitar Bekasi. Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar korban luka mendapatkan perawatan optimal hingga sembuh.
"Bapak Presiden telah memberikan instruksi langsung agar seluruh korban luka mendapatkan perawatan optimal hingga pulih," ujarnya.
Pemerintah, kata dia, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali. Teddy juga menekankan komitmen pemerintah untuk segera melakukan penataan secara menyeluruh.
"Termasuk terkait sistem pengamanan yang memadai di perlintasan kereta api," tutur Teddy.
Prabowo Perintahkan Investigasi
Di sisi lain, Presiden Prabowo telah memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan investigasi serta langkah-langkah agar kejadian serupa tak terulang lagi. Salah satunya, dengan membuat flyover untuk memastikan jalur-jalur persimpangan kereta api atau perlintasan kereta api tersebut aman dari potensi kecelakaan.
"Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut," pungkas Teddy.