Pemerintah Provinsi Bali telah menyalurkan bantuan finansial sebesar Rp45 juta kepada keluarga korban tragedi rumah ambruk di Kabupaten Tabanan. Insiden memilukan ini menimpa satu keluarga, menyebabkan dua korban jiwa dan satu korban luka berat. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Pemprov Bali terhadap musibah yang terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menjelaskan bahwa Gubernur Bali menugaskan pihaknya untuk segera memberikan bantuan kepada para korban. Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai respons cepat atas bencana yang menyeret rumah akibat banjir bandang. Keluarga korban menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah.
Bantuan sebesar Rp45 juta tersebut dialokasikan untuk korban yang selamat, Semikristian Banafanu, serta untuk mendiang istri dan balitanya. Masing-masing alokasi sebesar Rp15 juta, menunjukkan empati pemerintah terhadap penderitaan yang dialami keluarga. Jenazah korban meninggal dunia akan dipulangkan ke Kupang, diikuti oleh korban selamat setelah menjalani perawatan medis.
Advertisement
Advertisement
Bantuan finansial dari Pemerintah Provinsi Bali ini diharapkan dapat meringankan beban berat yang ditanggung keluarga terdampak musibah rumah ambruk di Tabanan. Total Rp45 juta diserahkan, dengan pembagian yang merata untuk korban selamat dan dua korban meninggal dunia. Ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memberikan dukungan komprehensif di tengah duka mendalam.
Semikristian Banafanu, korban selamat dari tragedi ini, menerima sebagian dari bantuan tersebut untuk pemulihan. Ia tidak hanya kehilangan istri dan balitanya yang berusia 1,5 tahun, tetapi juga harus menjalani perawatan intensif. Semikristian mengalami luka berat dengan kedua kakinya patah, sehingga memerlukan operasi serius di RSUP Prof Ngoerah. Pemulihan fisik dan mentalnya akan membutuhkan waktu.
Keluarga korban mengungkapkan apresiasi mendalam atas perhatian dan uluran tangan yang diberikan oleh Gubernur Bali beserta jajarannya. Mereka berencana memulangkan jenazah istri dan anak ke Kupang dalam waktu dekat untuk dimakamkan. Semikristian, yang masih dalam masa pemulihan, juga akan ikut pulang ke Kupang setelah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit untuk berkumpul dengan keluarga besarnya.
Advertisement
Advertisement
Tragedi rumah ambruk ini terjadi pada Rabu (21/1) di Desa Kuwum, Marga, Kabupaten Tabanan, menyebabkan duka mendalam. Rumah warga tersebut ambruk setelah tertimpa senderan pondasi yang longsor secara tiba-tiba. Kejadian ini dipicu oleh luapan air bah dari aliran sungai Subak Jemanik yang meluap drastis akibat curah hujan tinggi.
Akibat insiden tersebut, seorang ibu bernama Yuliana Da Costa Makun (29) dan balitanya, Audrey Natania Banafanu (1,5 tahun), hilang terseret arus sungai. Semikristian Banafanu berhasil menyelamatkan diri dari bencana tersebut, meskipun mengalami luka serius. Oleh karena itu, tim pencarian dan penyelamatan segera fokus pada upaya menemukan ibu dan anak yang hilang.
Tim SAR gabungan bekerja keras mencari kedua korban selama beberapa hari di tengah kondisi yang menantang. Mereka berhasil menemukan jasad balita Audrey pada Kamis (22/1) sekitar pukul 07.00 Wita di Pantai Batu Belig. Beberapa jam kemudian, jasad sang ibu, Yuliana, ditemukan sekitar pukul 14.00 Wita di Sungai Yeh Ge, mengakhiri pencarian yang penuh harap.
Advertisement
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, terutama di daerah yang rawan banjir dan longsor. Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk selalu siaga dan melaporkan potensi bahaya. Kejadian ini juga menyoroti peran cepat tanggap dari BPBD dalam penanganan kedaruratan.
Sumber: AntaraNews