Pencarian Nelayan Hilang Lampung Timur Terkendala Cuaca Ekstrem
Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan Santika, nelayan asal Pandeglang yang hilang di Perairan Kuala Penet Lampung Timur. Pencarian nelayan hilang Lampung Timur ini terkendala cuaca ekstrem dan ombak besar.
Tim SAR gabungan masih berjibaku melakukan pencarian terhadap Santika (30), seorang nelayan asal Pandeglang, Banten, yang dilaporkan hilang di Perairan Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim). Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026, ketika korban terjatuh dari kapal saat mencari ikan. Hingga hari kelima operasi, Jumat (30/1), keberadaan Santika belum juga ditemukan, menambah kekhawatiran keluarga dan tim penyelamat.
Proses pencarian nelayan hilang Lampung Timur ini menghadapi tantangan serius akibat kondisi cuaca ekstrem yang melanda perairan setempat. Ombak tinggi dan angin kencang menjadi kendala utama bagi tim SAR dalam memperluas area penyisiran. Meskipun demikian, upaya pencarian terus diintensifkan dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menjelaskan bahwa tim di lapangan telah mengerahkan segala sumber daya untuk menemukan Santika. Meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat, komitmen untuk melanjutkan pencarian hingga batas waktu yang ditentukan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat memberikan dukungan penuh.
Kendala Cuaca Ekstrem Hambat Operasi SAR
Operasi pencarian Santika, nelayan yang hilang di Perairan Kuala Penet, Lampung Timur, menghadapi rintangan berat akibat cuaca ekstrem. Rezie Kuswara, Kepala Pos SAR Bakauheni, menegaskan bahwa kondisi laut yang tidak bersahabat menjadi faktor utama belum ditemukannya korban. Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian, namun ombak besar dan angin kencang sangat menyulitkan pergerakan petugas di lapangan.
Tim penyelamat mengerahkan satu unit kapal milik Basarnas dan beberapa kapal nelayan untuk menyisir area perairan yang luas. Meskipun demikian, gelombang tinggi dan arus kuat menghambat efektivitas pencarian, memaksa tim untuk bekerja ekstra hati-hati. Kondisi ini membuat setiap upaya penyelamatan menjadi lebih menantang dan berisiko bagi para petugas.
Pencarian nelayan hilang Lampung Timur ini telah memasuki hari kelima sejak laporan kejadian diterima. Meskipun belum membuahkan hasil, tim tidak menyerah dan akan terus berjuang menemukan Santika. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan tim SAR sambil tetap memaksimalkan jangkauan area pencarian di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kronologi Hilangnya Santika di Perairan Kuala Penet
Peristiwa hilangnya Santika terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, saat Kapal Nelayan KM Doa Ibu sedang berlabuh untuk membersihkan jaring. Santika, yang merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK), saat itu sedang memasak di bagian belakang atau buritan kapal. Rekan korban yang sedang membersihkan jaring sempat melihat Santika terjatuh ke laut.
Setelah kejadian tersebut, rekan-rekan Santika di kapal segera berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi. Namun, upaya awal tersebut tidak membuahkan hasil, dan Santika tidak ditemukan. Kondisi perairan yang luas dan kemungkinan arus yang kuat menjadi faktor yang mempersulit pencarian saat itu.
Menyadari situasi yang mendesak, rekan korban segera melaporkan kejadian ini kepada pembina nelayan serta Pos Pol Air Kuala Penet. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Pos SAR Bakauheni, yang dengan cepat membentuk tim gabungan untuk memulai operasi pencarian dan penyelamatan. Koordinasi yang cepat ini menjadi kunci dalam memulai upaya pencarian secara resmi.
Komitmen Pencarian Hingga Batas Waktu
Meskipun menghadapi berbagai kendala, tim SAR gabungan tetap berkomitmen penuh untuk menemukan Santika. Pencarian ini direncanakan akan terus dilakukan hingga hari ketujuh sejak korban dinyatakan hilang. Ini menunjukkan dedikasi tinggi dari seluruh personel yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini.
Rezie Kuswara menekankan bahwa setiap upaya akan dimaksimalkan untuk menyisir setiap sudut perairan yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Seluruh tim bekerja tanpa lelah, berpacu dengan waktu dan kondisi alam yang tidak bersahabat. Harapan besar tetap menyelimuti operasi pencarian ini agar Santika dapat segera ditemukan.
Pencarian nelayan hilang Lampung Timur ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja di laut, terutama bagi para nelayan. Kondisi cuaca yang cepat berubah dan risiko pekerjaan yang tinggi menuntut kewaspadaan ekstra. Diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang dengan peningkatan standar keselamatan.
Sumber: AntaraNews