Tim SAR Terus Lakukan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Kuala Penet Lampung Timur
Tim SAR gabungan gencar melakukan Pencarian Nelayan Hilang Lampung Timur bernama Nurdin di Perairan Kuala Penet. Bagaimana kronologi hilangnya dan upaya pencarian yang sedang berlangsung?
Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap seorang nelayan bernama Nurdin (46) yang dilaporkan hilang di Perairan Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Nurdin, warga Desa Marga Sari, Kecamatan Labuhan Maringgai, diduga jatuh dari kapal saat sedang melaut pada Jumat (9/1).
Operasi pencarian ini telah memasuki hari kedua pada Sabtu (10/1), dengan area penyisiran yang luas, mulai dari Pelabuhan Bakauheni hingga perairan Taman Nasional Way Kambas. Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala.
Meskipun cuaca buruk dan ombak besar menjadi tantangan serius, tim SAR tetap berkomitmen penuh untuk menemukan Nurdin. Pencarian intensif akan terus dilanjutkan pada Minggu (11/1) demi menemukan keberadaan nelayan yang hilang tersebut.
Kronologi Hilangnya Nelayan Nurdin
Peristiwa hilangnya Nurdin terjadi pada Jumat (9/1) sekitar pukul 17.00 WIB, saat kapal nelayan KM Aldo Putra 02 yang dinakhodai Nurdin berlayar menuju muara Kuala Penet untuk kembali dari melaut. Bersama dua ABK lainnya, Ardi dan As, Nurdin saat itu sedang melipat palang alat tangkap jaring.
Setelah selesai melipat palang alat tangkap, Ardi dan As berpindah ke buritan kapal untuk membereskan jaring. Beberapa saat kemudian, Ardi menanyakan keberadaan Nurdin kepada As, yang dijawab As bahwa Nurdin berada di depan.
Namun, ketika dicari, Nurdin tidak ditemukan di kapal dan diperkirakan telah jatuh ke laut. Ardi dan As segera melakukan pencarian di area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya Nurdin, namun upaya mereka tidak membuahkan hasil.
Menyadari situasi darurat tersebut, Ardi kemudian menghubungi Basarnas untuk meminta bantuan pencarian. Laporan ini segera ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan untuk memulai operasi Pencarian Nelayan Hilang Lampung Timur.
Kendala dan Upaya Pencarian Tim SAR
Tim SAR gabungan, menggunakan satu kapal milik Basarnas, berjibaku menyusuri area laut dalam upaya Pencarian Nelayan Hilang Lampung Timur. Namun, operasi ini tidak berjalan mulus karena tim menghadapi kendala cuaca buruk dan ombak yang cukup besar.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut sangat menyulitkan petugas dalam melakukan penyisiran dan memperlambat proses pencarian. Meskipun demikian, Kepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah.
Pencarian akan terus dilakukan secara maksimal, bahkan direncanakan berlanjut hingga Minggu (11/1), menunjukkan komitmen kuat tim SAR dalam menemukan Nurdin. Area pencarian diperluas untuk mencakup kemungkinan hanyutnya korban.
Fokus utama pencarian adalah menyisir perairan dari Pelabuhan Bakauheni hingga ke arah timur laut, menjangkau wilayah perairan Taman Nasional Way Kambas. Koordinasi antarpihak terkait terus diperkuat untuk memastikan efektivitas operasi SAR ini.
Sumber: AntaraNews