Misteri Sampan Terbalik: Tim SAR Gabungan Cari Nelayan Hilang Ende Sejak Jumat Malam

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan hilang Ende, Sarifail Alihusen, yang tak kunjung kembali sejak melaut Jumat malam. Sampan korban ditemukan terbalik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Misteri Sampan Terbalik: Tim SAR Gabungan Cari Nelayan Hilang Ende Sejak Jumat Malam
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan hilang Ende, Sarifail Alihusen, yang tak kunjung kembali sejak melaut Jumat malam. Sampan korban ditemukan terbalik. (AntaraNews)

Tim SAR gabungan dari berbagai unsur kini tengah fokus mencari seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Ende, Nusa Tenggara Timur. Korban bernama Sarifail Alihusen, 46 tahun, tak kunjung kembali setelah melaut pada Jumat malam. Insiden ini memicu kekhawatiran serius dari pihak keluarga dan masyarakat setempat.

Sarifail Alihusen, warga Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, diketahui berangkat melaut menggunakan sampan sekitar pukul 22.00 Wita. Ia biasanya kembali pada pukul 05.00 Wita, namun hingga Sabtu pagi, keberadaannya masih menjadi misteri. Pencarian intensif untuk nelayan hilang Ende pun segera dilancarkan.

Pihak keluarga menemukan sampan milik Sarifail dalam kondisi terbalik sekitar 100 meter dari Dermaga Pelabuhan Pertamina Ende. Penemuan ini menjadi petunjuk awal yang menguatkan dugaan bahwa korban mengalami musibah di laut. Laporan kehilangan ini kemudian diteruskan ke Kantor Basarnas Maumere untuk penanganan lebih lanjut.

Kejadian hilangnya Sarifail Alihusen berawal pada Jumat, 10 Oktober, malam hari saat ia memutuskan untuk melaut seperti biasa. Nelayan hilang Ende ini berangkat dari kediamannya di Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, dengan harapan membawa hasil tangkapan. Aktivitas melaut di malam hari memang menjadi rutinitas bagi sebagian nelayan lokal.

Menurut penuturan pihak keluarga, Sarifail memiliki jadwal rutin untuk kembali ke daratan pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 05.00 Wita. Namun, hingga matahari terbit, Sarifail tidak kunjung menampakkan diri di rumahnya. Kondisi ini sontak menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan keluarga dan tetangga.

Pencarian awal yang dilakukan oleh keluarga dan masyarakat setempat membuahkan hasil yang mengkhawatirkan. Mereka menemukan sampan milik korban terbalik di perairan dekat Dermaga Pelabuhan Pertamina Ende. Lokasi penemuan sampan terbalik ini menjadi titik fokus dalam upaya menemukan nelayan hilang tersebut.

Merespons laporan hilangnya Sarifail Alihusen, Tim SAR gabungan segera dibentuk untuk mempercepat proses pencarian. Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi pengerahan tim ini dari Labuan Bajo. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu menemukan nelayan hilang Ende dengan lebih efektif.

Tim yang terlibat dalam operasi pencarian ini sangat beragam, menunjukkan keseriusan penanganan insiden tersebut. Mereka terdiri dari personel Unit Siaga SAR Ende, Pos TNI Angkatan Laut Ende, Polres Ende, serta Satpolairud Polres Ende. Selain itu, aparat pemerintah Desa Tetandara, keluarga korban, dan masyarakat setempat juga turut berpartisipasi aktif.

Untuk mendukung operasi pencarian, berbagai alat utama (alut) dan peralatan SAR (palsar) telah disiapkan. Alat-alat tersebut meliputi rapid land sar, rubber boat, palsar air, dan palsar medis. Penggunaan peralatan canggih ini diharapkan dapat menjangkau area pencarian yang lebih luas dan efisien di perairan Ende.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi