Basarnas Pangkalpinang Intensifkan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Bangka Barat

Basarnas Pangkalpinang mengerahkan tim penyelamat untuk mencari seorang nelayan yang hilang kontak saat melaut di Perairan Karang Berang-Berang, Bangka Barat, dengan fokus pada metode penyisiran permukaan air.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Basarnas Pangkalpinang Intensifkan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Bangka Barat
Basarnas Pangkalpinang mengerahkan tim penyelamat untuk mencari seorang nelayan yang hilang kontak saat melaut di Perairan Karang Berang-Berang, Bangka Barat, dengan fokus pada metode penyisiran permukaan air. (AntaraNews)

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Pangkalpinang telah mengerahkan tim penyelamat untuk mencari seorang nelayan yang dilaporkan hilang kontak. Nelayan tersebut tidak kembali setelah melaut di Perairan Karang Berang-Berang, Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Operasi pencarian difokuskan pada penyisiran permukaan air menggunakan rigid inflatable boat (RIB) pada Sabtu (10/1).

Korban bernama Adnan Sahid (67), warga Desa Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Ia berangkat melaut pada Kamis (8/1) pukul 16.00 WIB menuju fishing ground di Perairan Karang Berang-Berang. Biasanya, Adnan Sahid sudah kembali ke darat keesokan paginya sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun, hingga Jumat petang (9/1), korban tidak kunjung pulang ke rumahnya, menimbulkan kekhawatiran dari pihak keluarga. Rekan sesama nelayan sempat melakukan pencarian mandiri, namun tidak membuahkan hasil. Keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke Basarnas Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR.

Adnan Sahid, seorang nelayan berusia 67 tahun, memulai aktivitas melautnya pada Kamis sore (8/1). Ia menggunakan perahu kayu untuk mencari ikan di area Perairan Karang Berang-Berang yang merupakan lokasi penangkapan ikan rutinnya. Keberangkatannya ini merupakan rutinitas yang biasa ia jalani sehari-hari.

Berdasarkan kebiasaan, Adnan Sahid seharusnya sudah kembali ke daratan pada Jumat pagi (9/1) sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, hingga sore hari, ia tidak menunjukkan tanda-tanda kepulangan, memicu kekhawatiran dari keluarga dan rekan-rekannya.

Rekan-rekan nelayan di sekitar lokasi sempat berinisiatif melakukan pencarian awal secara mandiri. Upaya ini dilakukan di area sekitar Perairan Karang Berang-Berang, namun sayangnya tidak berhasil menemukan keberadaan Adnan Sahid. Setelah upaya mandiri tidak membuahkan hasil, laporan resmi kemudian diajukan kepada pihak berwenang.

Mikel Rachman Junika, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, menyatakan bahwa laporan diterima pada Jumat malam (9/1). Basarnas segera merespons dengan memberangkatkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Mentok. Tim tersebut langsung menuju lokasi kejadian yang berada pada koordinat duga 2°10'4.19"S 105°21'31.59"E.

Operasi pencarian pada hari Sabtu (10/1) ini difokuskan pada metode penyisiran permukaan air. Tim menggunakan rigid inflatable boat (RIB) untuk menelusuri area perairan yang menjadi lokasi hilangnya korban. Koordinasi antar tim menjadi kunci dalam upaya pencarian ini.

Tantangan utama yang dihadapi oleh tim penyelamat adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat di wilayah tersebut. Hujan lebat disertai angin kencang dilaporkan menerpa perairan Kepulauan Bangka Belitung sejak hari sebelumnya. Kondisi cuaca ekstrem ini dapat mempengaruhi visibilitas dan keamanan operasi pencarian.

Mikel Rachman Junika berharap upaya pencarian ini dapat segera membuahkan hasil. Tim gabungan yang terlibat dalam operasi ini meliputi Tim Rescuer USS Mentok, Satpolair Polres Bangka Barat, BPBD Bangka Barat, serta dibantu oleh nelayan setempat. Kerjasama semua pihak diharapkan mempercepat penemuan korban.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi