Pencarian Nelayan Hilang Sumbawa Berlanjut, Tim SAR Sisir Perairan Pulau Panjang
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Sumbawa. Upaya menemukan Nelayan Hilang Sumbawa ini memasuki hari kedua.
Lombok Tengah, NTB – Tim SAR gabungan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali melanjutkan operasi pencarian seorang nelayan bernama Malayoan yang hilang saat melaut. Nelayan asal Dusun Sekatek, Desa Pulau Bungin, Kabupaten Sumbawa ini dilaporkan tidak kembali ke daratan sejak Kamis (21/5/2026). Sampan miliknya ditemukan terombang-ambing di perairan Pulau Bungin sehari setelah ia berangkat melaut.
Koordinator Pos SAR Sumbawa, Kurais, menyatakan bahwa pencarian hari kedua ini difokuskan dengan menyisir area luas. Wilayah pencarian membentang dari lokasi penemuan sampan hingga ke perairan Pulau Panjang. Tim gabungan berupaya keras menemukan Malayoan yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Insiden hilangnya Malayoan ini menjadi perhatian serius bagi aparat dan masyarakat setempat. Berbagai pihak telah dikerahkan untuk membantu proses pencarian. Diharapkan nelayan tersebut dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Kronologi Hilangnya Malayoan di Perairan Sumbawa
Malayoan, seorang nelayan dari Dusun Sekatek, Desa Pulau Bungin, Kabupaten Sumbawa, pergi melaut seorang diri pada Kamis, 21 Mei 2026. Keberangkatannya untuk mencari nafkah di laut menjadi awal dari insiden yang mengkhawatirkan ini. Keluarga dan warga mulai cemas ketika Malayoan tak kunjung kembali keesokan harinya.
Kekhawatiran tersebut semakin menjadi kenyataan saat sampan milik Malayoan ditemukan terombang-ambing di perairan Pulau Bungin. Penemuan sampan tanpa pemiliknya ini mengindikasikan adanya kejadian yang tidak diinginkan di tengah laut. Laporan mengenai hilangnya Malayoan segera disampaikan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
Peristiwa ini menyoroti risiko yang dihadapi para nelayan saat mencari ikan di laut, terutama bagi mereka yang melaut sendirian. Kondisi cuaca dan gelombang yang tidak terduga seringkali menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, penting bagi nelayan untuk selalu memperhatikan keselamatan dan informasi cuaca sebelum berlayar.
Upaya Pencarian Intensif oleh Tim SAR Gabungan
Memasuki hari kedua pencarian pada Minggu, 24 Mei 2026, tim SAR gabungan mengerahkan segala sumber daya yang ada. Tim ini terdiri dari Pos SAR Sumbawa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, Babinsa, Bhabinkamtibmas Bungin, Polairud Polres Sumbawa, serta nelayan setempat. Mereka bekerja sama menyisir area yang telah ditentukan.
Pencarian dilakukan menggunakan berbagai alat apung untuk menjangkau area yang luas dan sulit. Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pos SAR Sumbawa menjadi salah satu aset utama dalam operasi ini. Selain itu, speedboat Polairud Polres Sumbawa dan perahu-perahu nelayan setempat juga turut dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian di perairan.
Meskipun upaya pencarian telah berlangsung intensif sejak kemarin hingga sore hari ini, Malayoan belum juga ditemukan. Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pencarian pada pukul 18.00 WITA. Mereka akan melanjutkan kembali pencarian pada esok pagi, dengan harapan mendapatkan hasil yang positif.
Imbauan Keselamatan Maritim untuk Nelayan
Koordinator Pos SAR Sumbawa, Kurais, mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu waspada saat melakukan aktivitas di laut. Kondisi perairan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga kewaspadaan menjadi kunci utama keselamatan. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi gelombang harus selalu diperhatikan.
Pentingnya memperhatikan informasi cuaca dan kondisi maritim tidak bisa diabaikan. Gelombang tinggi atau perubahan cuaca ekstrem dapat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu kecil atau nelayan yang melaut sendirian. Oleh karena itu, nelayan disarankan untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi tidak memungkinkan.
“Kami harapkan warga tetap waspada saat melakukan aktivitas di laut supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Kurais. Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan laut dan memastikan keselamatan para nelayan. Kerjasama antara nelayan dan pihak berwenang dalam mematuhi pedoman keselamatan sangat diperlukan.
Sumber: AntaraNews