5 Nelayan Selamat dari Maut! Kapal Tenggelam di Manggar, Tim SAR Bergerak Cepat
Kisah heroik penyelamatan 5 nelayan yang selamat setelah kapal mereka tenggelam di perairan Manggar, Belitung Timur, akibat menabrak karang dan cuaca ekstrem. Bagaimana Tim SAR berhasil mengevakuasi mereka?
Tim SAR Gabungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengevakuasi lima nelayan yang menjadi korban kapal tenggelam. Insiden nahas ini terjadi di perairan Pulau Nanas Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah upaya pencarian intensif pada Sabtu pagi.
Kapal bagan nelayan tersebut berangkat dari Pelabuhan Manggar pada Jumat, 19 September, pukul 13.00 WIB. Mereka berlima berlayar menuju perairan Pulau Penanas untuk memancing ikan. Anak buah kapal (ABK) yang terlibat adalah Bile (57), Gusman (34), Ardi (18), Saipul (28), dan Amik (22).
Namun, dalam perjalanan kembali menuju Pelabuhan Manggar pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, musibah tak terduga menimpa mereka. Kapal nelayan tersebut menabrak karang dan kandas di tengah cuaca buruk. Kondisi mendung disertai ombak besar menyebabkan kapal miring dan nyaris tenggelam, memicu operasi penyelamatan.
Kronologi Insiden Kapal Nelayan Tenggelam
Perjalanan memancing yang dimulai pada Jumat siang berubah menjadi situasi darurat. Kapal bagan nelayan yang membawa lima ABK tersebut berencana kembali ke Pelabuhan Manggar setelah seharian memancing. Namun, kondisi laut yang tidak bersahabat menjadi tantangan besar bagi mereka.
Pada dini hari Sabtu, saat kapal melaju di perairan Pulau Nanas Manggar, sebuah karang tak terlihat menjadi penyebab utama insiden. Kapal nelayan tersebut menabrak karang dengan keras, menyebabkannya kandas dan kehilangan kendali. Cuaca ekstrem dengan mendung tebal dan ombak besar memperparah keadaan.
Akibat benturan dan cuaca buruk, kapal perlahan mulai miring dan terancam tenggelam sepenuhnya. Salah satu ABK segera menghubungi keluarga untuk menginformasikan kejadian tersebut. Informasi penting ini kemudian diteruskan kepada kepala dusun dan Pos SAR Belitung untuk meminta bantuan darurat.
Operasi Penyelamatan Heroik Tim SAR Gabungan
Menerima laporan mengenai kapal nelayan tenggelam, Kantor SAR Pangkalpinang segera bertindak cepat. Kepala SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, memerintahkan pemberangkatan satu Tim Rescue Pos SAR Belitung Timur. Tim tersebut menuju lokasi kejadian di koordinat 3°18'45.17"S 108°21'26.68"E.
Tim penyelamat menggunakan kapal cepat RIB (Rigid Inflatable Boat) Basarnas untuk mencapai lokasi secepat mungkin. Operasi ini melibatkan Tim SAR gabungan yang didukung oleh Tim Rescue Pos SAR Beltim, BPBD Beltim, dan Babinkamtibmas Manggar. Mereka melakukan penyisiran dan pencarian intensif di area tersebut.
Berkat koordinasi yang baik dan respons cepat, kelima nelayan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka kemudian dibawa ke dermaga untuk diserahkan kepada keluarga masing-masing. "Kondisi kelima nelayan dalam keadaan selamat dan selanjutnya korban di bawa ke dermaga untuk diserahkan ke keluarganya," kata I Made Oka Astawa.
Oka Astawa juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak. "Terima kasih kami ucapkan kepada segenap unsur SAR gabungan yang turut membantu dalam upaya pencarian dan evakuasi terhadap kelima ABK ini. Operasi SAR kita nyatakan ditutup," tambahnya, menandai berakhirnya misi penyelamatan ini.
Sumber: AntaraNews