Dua Asisten Rumah Tangga Tewas dalam Insiden Kebakaran Jombang, Polisi Selidiki Penyebab

Dua asisten rumah tangga meninggal dunia dalam insiden kebakaran Jombang yang melanda sebuah rumah di Jombang, Jawa Timur. Polisi masih mendalami penyebab pasti kebakaran ini untuk memberikan kejelasan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dua Asisten Rumah Tangga Tewas dalam Insiden Kebakaran Jombang, Polisi Selidiki Penyebab
Dua asisten rumah tangga meninggal dunia dalam insiden kebakaran Jombang yang melanda sebuah rumah di Jombang, Jawa Timur. Polisi masih mendalami penyebab pasti kebakaran ini untuk memberikan kejelasan. (AntaraNews)

Aparat Kepolisian Resor Jombang, Jawa Timur, sedang menangani kasus kebakaran yang menelan dua korban jiwa. Insiden tragis ini terjadi di rumah milik Tomi Yulianto (43) di Kecamatan/Kabupaten Jombang. Kedua korban diketahui merupakan asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman tersebut.

Kebakaran dahsyat itu berlangsung dari Jumat (17/4) malam hingga Sabtu (18/4) dini hari. Ketujuh penghuni rumah sedang beristirahat saat asap tiba-tiba muncul dan api mulai membesar. Satu korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono menjelaskan, para korban sebagian besar meninggal karena menghirup udara di dalam rumah yang penuh asap. Pihak kepolisian bersama satuan kerja terkait sempat kesulitan saat melakukan evakuasi karena pintu gerbang terkunci rapat.

Kronologi dan Kendala Evakuasi Kebakaran Jombang

Insiden kebakaran Jombang ini bermula ketika tujuh penghuni rumah sedang beristirahat pada malam hari. Tiba-tiba, asap tebal mulai memenuhi ruangan, diikuti dengan kobaran api yang cepat membesar. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera melaporkan kepada petugas.

Petugas gabungan dari kepolisian dan satuan kerja penanggulangan bencana segera tiba di lokasi kejadian. Namun, proses evakuasi terhambat oleh kondisi rumah yang terkunci rapat. Pintu gerbang utama terkunci, memaksa petugas untuk mendobraknya agar bisa masuk dan menyelamatkan para korban.

Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang, Stevi Maria 'Peppy', menambahkan bahwa kondisi rumah yang tertutup rapat dan luasnya yang tidak terlalu besar menjadi tantangan tersendiri. "Luas rumah itu tidak terlalu besar. Memanjang tidak terlalu besar. Kondisi rumah tertutup, tertutup betul-betul tertutup. Dengan pintu harmonika di depan. Lantai dua yang cukup juga berpagar, sehingga proses evakuasi agak terhambat, agak sulit karena kami harus membongkar beberapa pintu," kata Peppy. Pintu pagar bagian depan dan pagar di lantai dua semakin menyulitkan upaya penyelamatan.

Identitas Korban dan Dugaan Penyebab Kebakaran

Dua korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran Jombang ini telah teridentifikasi. Korban pertama adalah Maya (23), warga Bareng, Jombang, yang meninggal di lokasi kejadian. Ia terjebak di dalam rumah saat api berkobar.

Korban kedua adalah Sri Indah (33), warga Jogoroto, Jombang. Ia sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia pada Sabtu (18/4). Keduanya merupakan asisten rumah tangga di rumah tersebut.

Mengenai penyebab kebakaran, informasi awal yang diterima pihak kepolisian mengarah pada dugaan korsleting listrik. "Informasi awal korsleting listrik yang mengalir ke AC," kata Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono. Polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.

Penyelidikan Berkelanjutan oleh Kepolisian

Saat ini, area rumah yang terbakar masih diberi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Pihak kepolisian telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti dan informasi lebih lanjut terkait insiden tragis ini.

Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas kasus kebakaran Jombang ini. Semua aspek akan diperiksa secara cermat untuk mengungkap secara jelas kronologi dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya musibah tersebut.

Penanganan kasus ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Kondisi rumah yang hangus terbakar menjadi saksi bisu atas peristiwa yang menelan dua korban jiwa tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi