Basarnas Pastikan 14 Korban Tewas Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Seluruhnya Perempuan
Syafii juga memastikan saat ini tidak ada lagi korban yang ditemukan dalam proses pembersihan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan 14 korban jiwa tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi berjenis kelamin perempuan. Sementara itu, 84 korban lainnya masih luka-luka.
"Seratus persen yang dievakuasi (korban jiwa) adalah perempuan," kata Mohammad Syafii saat jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
Syafii juga memastikan saat ini tidak ada lagi korban yang ditemukan dalam proses pembersihan. "Andai kata dalam prosesnya nanti ditemukan body part tubuh maka akan kita lakukan sesuai prosedur," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Diketahui, mereka yang tewas akibat insiden kecelakaan antara kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
"Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut," kata Bobby dalam keterangannya, Selasa (28/4).
Sementara itu, untuk korban luka yang berjumlah 84 orang disebutnya telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
"Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat," sebutnya.
Barang Milik Pelanggan
Selain itu, terkait dengan barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian ditegaskannya telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found.
Didukung TNI-Polri
"Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut," tegasnya.