Menhub Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, KRL Sempat Berhenti karena Kerumunan Warga
Menhub menyebut KRL di Bekasi Timur sempat berhenti akibat kerumunan warga usai taksi tertemper kereta sebelum ditabrak Argo Bromo.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan KRL Commuter Line yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur sempat berhenti akibat adanya kerumunan warga di sekitar jalur rel.
“Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut,” ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).
Menurut dia, kerumunan muncul setelah sebuah mobil taksi mogok di perlintasan sebidang JPL 85 dan tertemper kereta relasi Cikarang–Jakarta.
KRL Sempat Jalan Lalu Berhenti Lagi
Dudy menjelaskan, rangkaian kejadian bermula ketika KA Commuter Line 5568A relasi Jakarta–Cikarang tiba di Stasiun Bekasi pukul 20.34 WIB atau lebih cepat satu menit dari jadwal.
Sementara itu, KA Sawunggalih 116B tiba pukul 20.35 WIB dalam kondisi terlambat lima menit dan kembali diberangkatkan pada pukul 20.37 WIB.
“KA Sawunggalih melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39,” kata Dudy.
Beberapa menit kemudian, sebuah taksi mogok di tengah rel perlintasan sebidang JPL 85. Pada pukul 20.48 WIB, KA 5181B relasi Cikarang–Jakarta melintas dan tertemper kendaraan tersebut.
“Insiden itu kemudian memicu kerumunan warga di sekitar lokasi,” ujarnya.
Menurut Dudy, KRL Commuter Line 5568A sebenarnya sempat berjalan usai menaikkan dan menurunkan penumpang di Stasiun Bekasi Timur.
Namun kereta kembali berhenti karena masinis melihat banyak warga berkerumun di jalur depan.
“Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut,” kata dia.
Argo Bromo Anggrek Melaju
Dalam waktu hampir bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melintas dari Stasiun Bekasi pada pukul 20.51 WIB.
Kereta tersebut disebut melaju lebih cepat sekitar tiga menit dari jadwal dengan kecepatan mencapai 108 kilometer per jam.
“Tumburan terjadi pada jam 20.52,” ujar Dudy.
Kementerian Perhubungan menyatakan masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
“Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang saat ini masih berlangsung oleh KNKT, dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, serta transparan,” kata Dudy.