Viral di Medsos Dugaan Pengakuan Sopir Taksi Listrik Usai Sebabkan Kecelakaan Kereta
Sopir taksi listrik Green SM mengaku, jika kendaraannya mengalami mati mesin saat melewati jalur perlintasan kereta tersebut.
Sebuah insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL, taksi, dan Kereta Api Argo Bromo telah menyebabkan 15 orang meninggal dunia.
Bahkan, dalam peristiwa yang terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam tersebut juga tercatat tidak sedikit yang mengalami luka-luka.
Sebelum adanya kecelakaan maut tersebut, rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang lebih dulu tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
Sopir taksi listrik Green SM mengaku, jika kendaraannya mengalami mati mesin saat melewati jalur perlintasan kereta tersebut. Hal ini terlihat dalam video yang diunggah akun @jakartainsidecom.
"Ini ngunci langsung, jadi kita mau apa, mau nyalain enggak bisa. Karena pas tadi posisi kereta lewat, langsung mati sendiri," ujar sopir taksi dalam video tersebut seperti dikutip merdeka.com, Rabu (29/4).
Sorotan Warganet
Namun, yang menjadi sorotan dalam video tersebut yakni sikap dari sopir taksi yang terlihat santai.
"Bisa bisanya masih ngerokok yeee," tulis @haritstryan.
"Sempet2nya sebat," @lisna_p19.
"Tutup taksi ini, evaluasi ulang. Perbaikan," @gilanggautama.p.
"Masih sempet2 dy pegang rokok, pdhal dampak kecelakaan yg d sebabkan sebesar itu, subhanallah..," @miyu_zaa.
"Enjoy banget lu bang masih bisa sambil nyebat rokok," @titoep.
"Ini pada sok tau bgt nyalahin sopir, ada di tkp juga kagak," @apktloajd.