Di Tengah Tantangan Global, Masyarakat Diminta Tetap Solid Jaga Persatuan
Sebab, persatuan nasional merupakan modal utama yang harus dijaga agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global maupun domestik.
Masyarakat, mulai dari aktivis, akademisi, hingga mahasiswa, diminta untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan ekonomi serta dinamika politik yang dihadapi Indonesia saat ini. Sebab, persatuan nasional merupakan modal utama yang harus dijaga agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global maupun domestik.
Aktivis Muda Nasional Muhammad Fithrat Irfan mengatakan bangsa Indonesia tidak dibangun dalam waktu singkat. Kemerdekaan dan perjalanan bangsa hingga saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang ditempuh para pendiri bangsa dengan pengorbanan besar.
Ia mengingatkan bahwa berbagai capaian yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan yang melibatkan pengorbanan jiwa, raga, darah, dan air mata para pejuang. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi ekonomi maupun politik guna memecah belah persatuan bangsa.
"Saya mengimbau kepada rekan-rekan aktivis, akademisi, maupun mahasiswa agar tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi yang ada untuk memecah belah anak bangsa," ujar Fithrat dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Fithrat menilai kondisi yang tengah dihadapi Indonesia perlu dilihat secara objektif dan proporsional. Menurutnya, setiap negara besar selalu melalui berbagai fase tantangan dalam proses pembangunannya.
Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak pernah terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh dinamika dan pembelajaran.
"Negara yang besar selalu melalui proses panjang. Tidak ada negara yang tumbuh dan maju tanpa menghadapi berbagai tantangan dan dinamika. Karena itu, kita perlu memberi ruang kepada pemerintah untuk terus melakukan pembenahan," katanya.
Kritik Tetap Penting dalam Demokrasi
Meski mengajak masyarakat menjaga persatuan, Fithrat menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap memiliki peran penting dalam sistem demokrasi.
Namun, ia berharap kritik yang disampaikan dapat bersifat konstruktif dan berorientasi pada upaya perbaikan, bukan sekadar memperkeruh situasi.
"Kritik tentu diperlukan dalam demokrasi. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kritik itu dapat mendorong perbaikan dan memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa," kata Komisaris Independen PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII), salah satu anak usaha Pelindo ini.
Menurut dia, kritik yang sehat justru dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
Soroti Tantangan Ekonomi Global
Fithrat juga menyoroti kondisi ekonomi global yang saat ini masih dibayangi ketidakpastian. Menurutnya, berbagai tekanan ekonomi yang dirasakan banyak negara, termasuk Indonesia, tidak dapat dilepaskan dari dinamika geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.
Ia menilai situasi tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada.
"Situasi ekonomi global saat ini memang penuh tantangan. Banyak negara menghadapi tekanan yang sama akibat kondisi geopolitik dan ekonomi dunia yang tidak menentu. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk menghadapinya," katanya.
Dalam kesempatan itu, Fithrat turut mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Menurutnya, sejumlah kebijakan yang dijalankan pemerintah, termasuk agenda pembangunan nasional dan upaya pemberantasan korupsi, menunjukkan komitmen untuk memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang terus berupaya menjaga stabilitas nasional dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Di akhir pernyataannya, Fithrat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menjaga persatuan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan kontribusi positif dan menjaga warisan perjuangan para pendahulu.
"Jangan pernah lelah mencintai bangsa dan negara ini. Indonesia merdeka karena perjuangan para pendahulu kita. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi terbaik bagi bangsa," tutupnya.