RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi merujuk dua pasien korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur ke rumah sakit tipe A pada Rabu (29/4). Hal itu dilakukan demi penanganan pasien lebih intensif dengan peralatan lebih lengkap.
"Itu perlu pemantauan lebih ketat dan butuh sarana yang lebih canggih lagi, katakanlah seperti itu," kata Wadir Pelayanan RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Sudirman di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi, Kamis (30/4).
Advertisement
Sudirman menjelaskan, rujukan pasien ke RS tipe A dikarenakan kondisi korban dikhawatirkan mengalami memburuk. Sebab ditemukan ada penyumbatan pembuluh darah.
"Ada compartment syndrome. Jadi ada semacam penyumbatan pembuluh darah. Nah, itu yang kita khawatirkan jadi harus ditangani khusus. Perlu observasi yang lebih ketat dengan peralatan yang lebih lengkap dan dokter ahli yang lebih memadai, gitu. Jadi kita khawatir terjadi perburukan, ya kemarin kita rujuk dua pasien tersebut," ujar Sudirman.
"Kita mencari yang lebih memadai (penanganannya). Jadi kita kan kemarin banyak, banyak korban, jadi dokter-dokter spesialis juga kan fokusnya terbagi. Jadi kami berkoordinasi dengan PT KAI supaya nanti perawatannya lebih intens, mungkin ini (dirujuk), ke yang tipe A ya, kalau kita kan masih tipe B. Ya jadi tentunya dari sisi sarana prasarana lebih memadai di sana," kata dia.
Advertisement
Sebagai informasi, pasien dirujuk bernama Dewi Suryani dan Endang Kuswati. Kedua korban dirujuk ke RS Primaya dan RS Eka Hospital.
Data hingga Kamis (30/4) sore, total ada 17 pasien dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid.