Korban Tenggelam Sungai Mapili: Satu Anak Ditemukan Meninggal, Pencarian Berlanjut
Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban meninggal dunia dalam insiden Korban Tenggelam Sungai Mapili, Polewali Mandar, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu dari dua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam peristiwa tenggelam di Sungai Mapili, Desa Segerang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Korban bernama Humaira, berusia tujuh tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi. Penemuan ini menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi dua orang dari total lima anak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Penemuan Humaira terjadi sekitar pukul 08.30 WITA, setelah upaya pencarian intensif oleh berbagai unsur yang terlibat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju, Mahmud Afandi, mengonfirmasi penemuan ini di Mamuju. Setelah dievakuasi, jenazah Humaira langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Insiden tragis ini bermula pada Jumat siang, sekitar pukul 11.00 WITA, ketika lima anak sedang berenang bersama di Sungai Mapili. Mereka diduga kelelahan saat berada di tengah sungai hingga terseret arus deras. Dua anak berhasil menepi dan meminta pertolongan, sementara tiga lainnya menjadi korban.
Perkembangan Pencarian Korban Tenggelam Sungai Mapili
Dengan ditemukannya Humaira, jumlah korban yang telah berhasil ditemukan menjadi empat orang. Dari jumlah tersebut, dua korban ditemukan selamat, yaitu Fatimah (6) dan Zakia (6), yang berhasil menyelamatkan diri dari arus sungai. Sementara itu, dua korban lainnya ditemukan meninggal dunia, yakni Fausiah Rafifa (6) dan Humaira (7).
Fausiah Rafifa adalah korban pertama yang ditemukan meninggal dunia setelah insiden terjadi. Penemuan Humaira pada Minggu pagi menambah daftar korban meninggal, menyoroti bahaya arus Sungai Mapili. Tim SAR gabungan terus berupaya keras dalam operasi pencarian ini.
Saat ini, fokus utama Tim SAR gabungan adalah melanjutkan operasi pencarian terhadap satu korban lainnya yang masih dinyatakan hilang. Korban tersebut adalah Dermawan, seorang anak berusia enam tahun. Tim berharap Dermawan dapat segera ditemukan agar seluruh proses pencarian dapat diselesaikan.
Kronologi dan Upaya Tim SAR Gabungan
Peristiwa tenggelamnya kelima anak ini bermula pada Jumat siang, 5 Juni, sekitar pukul 11.00 WITA. Mereka sedang berenang di Sungai Mapili bersama, namun diduga kelelahan dan tidak mampu melawan derasnya arus sungai. Kondisi ini menyebabkan mereka terseret dan hanyut.
Dua anak, Fatimah dan Zakia, berhasil menepi dan segera meminta pertolongan dari warga sekitar. Laporan dari kedua anak yang selamat ini menjadi titik awal dimulainya operasi pencarian dan pertolongan. Respons cepat dari berbagai pihak sangat penting dalam upaya ini.
Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan yang bekerja tanpa henti. Tim Rescue Unit Siaga SAR Polewali Mandar berkoordinasi dengan TNI dan Polri, BPBD, Polsek Mapilli, PSC 119 Polewali Mandar, Pemadam Kebakaran, Tagana, Inafis, serta masyarakat setempat.
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Mapili. Area pencarian diperluas hingga ke arah muara sungai, dengan harapan korban terakhir dapat segera ditemukan. Mahmud Afandi menyatakan, "Kami berharap korban dapat segera ditemukan sehingga seluruh proses pencarian dapat diselesaikan."
Sumber: AntaraNews