Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian Pemancing Hilang di Bendungan Tugu Trenggalek

Tim SAR gabungan intensifkan Pencarian Pemancing Hilang Trenggalek di Bendungan Tugu setelah korban diduga terseret arus sungai deras. Kondisi debit air tinggi menjadi tantangan utama.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian Pemancing Hilang di Bendungan Tugu Trenggalek
Tim SAR gabungan intensifkan Pencarian Pemancing Hilang Trenggalek di Bendungan Tugu setelah korban diduga terseret arus sungai deras. Kondisi debit air tinggi menjadi tantangan utama. (AntaraNews)

Tim SAR gabungan dari berbagai unsur saat ini tengah berupaya keras mencari seorang pemancing yang dilaporkan hilang di kawasan Bendungan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Korban, Katno, warga Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, diduga terseret arus sungai yang deras. Insiden ini terjadi setelah wilayah sekitar diguyur hujan lebat, menyebabkan peningkatan debit air secara signifikan.

Kejadian hilangnya Katno bermula pada Sabtu (14/3) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, saat ia berangkat memancing. Namun, hingga malam hari pukul 18.00 WIB, korban tidak kunjung kembali ke rumahnya. Keluarga dan warga setempat kemudian melakukan pencarian awal, namun tidak membuahkan hasil.

Merespons laporan tersebut, Pos SAR Trenggalek segera mengerahkan satu tim rescue ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memulai operasi pencarian secara sistematis.

Katno, seorang warga Dusun Ngremah RT 28 RW 03, Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, pergi memancing ke Bendungan Tugu pada Sabtu pagi. Menurut Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo, korban terakhir terlihat memancing di tengah aliran sungai yang mengarah ke bendungan. Saat itu, kondisi air sungai dilaporkan meningkat drastis setelah wilayah Kecamatan Tugu dan sekitarnya diguyur hujan.

Keluarga korban mulai khawatir setelah Katno tidak kembali ke rumah hingga Sabtu malam. Mereka bersama warga sekitar segera berinisiatif melakukan pencarian awal di area Bendungan Tugu. Upaya ini merupakan respons cepat dari komunitas setempat terhadap insiden yang terjadi.

Tim pencari selanjutnya menemukan sepeda motor milik korban terparkir di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik awal kejadian. Penemuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Katno berada di area tersebut saat kejadian. Berdasarkan keterangan saksi dan temuan di lapangan, korban diduga kuat terseret arus sungai.

Menindaklanjuti laporan hilangnya Katno, Pos SAR Trenggalek segera membentuk tim gabungan untuk operasi pencarian. Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain enam personel Pos SAR Trenggalek, tiga personel BPBD Kabupaten Trenggalek, unsur TNI-Polri, serta warga setempat. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antarlembaga dalam penanganan bencana.

Tim SAR melakukan penyisiran intensif di sekitar area bendungan dan sepanjang aliran sungai. Metode pencarian yang digunakan mencakup penyisiran darat dan air, dengan fokus pada area yang diduga menjadi lokasi kejadian. Setiap sudut yang berpotensi menjadi tempat terseretnya korban diperiksa secara cermat.

Bayu Prasetyo menambahkan, operasi pencarian dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel mengingat kondisi arus air yang cukup kuat pascahujan. Meskipun demikian, operasi Pencarian Pemancing Hilang Trenggalek ini terus berlanjut dengan kewaspadaan tinggi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi