Dispar Mataram Perketat Pengawasan Destinasi Wisata Mataram Selama Libur Lebaran 2026
Dinas Pariwisata Kota Mataram memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung di berbagai destinasi wisata Mataram saat libur panjang Idul Fitri 1447 H, berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mitigasi potensi bencana.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah proaktif dengan melakukan pemantauan intensif terhadap sejumlah destinasi wisata. Pemantauan ini dilakukan secara khusus selama periode libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah untuk menjamin pengalaman berlibur yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung serta memastikan kesiapan fasilitas publik.
Kepala Dispar Kota Mataram, Cahya Samudra, menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan ini melibatkan kolaborasi erat dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) di setiap objek wisata. Selain itu, Dispar juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram guna mempersiapkan mitigasi potensi bencana yang mungkin terjadi. Sinergi antarlembaga ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan wisata yang kondusif dan responsif terhadap segala kemungkinan.
Pesisir pantai Kota Mataram sepanjang 9,1 kilometer diprediksi akan menjadi magnet utama bagi wisatawan lokal maupun domestik. Destinasi favorit seperti Pantai Ampenan, Pantai Tanjung Karang, Loang Baloq, Pantai Mapak, dan Pantai Gading diperkirakan akan ramai dikunjungi. Fokus utama pemantauan adalah memastikan semua fasilitas berfungsi optimal dan pengunjung dapat menikmati liburan dengan tenang.
Kolaborasi Lintas Sektor Jamin Keamanan Destinasi Wisata Mataram
Dispar Kota Mataram tidak bekerja sendiri dalam memastikan keamanan dan kenyamanan di destinasi wisata Mataram. Cahya Samudra menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pokdarwis yang tersebar di berbagai objek wisata. Keterlibatan pokdarwis sangat vital dalam memberikan informasi langsung dari lapangan serta membantu mengawasi kondisi di sekitar lokasi.
Koordinasi dengan BPBD Kota Mataram juga menjadi prioritas utama untuk kesiapan mitigasi bencana. Langkah ini mencakup penyusunan rencana darurat dan penempatan personel di titik-titik rawan. Tujuannya adalah agar respons terhadap potensi ancaman seperti gelombang tinggi atau cuaca ekstrem dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.
Sebelum masa libur tiba, Dispar bersama pokdarwis, aparat kelurahan, lingkungan, serta warga sekitar telah melaksanakan aksi gotong royong. Kegiatan ini meliputi pembersihan pantai dan fasilitas umum di sekitar objek wisata. Upaya kolektif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keindahan serta kenyamanan lingkungan destinasi.
Pantai Favorit dan Fasilitas Pendukung di Mataram
Kawasan pantai Kota Mataram yang membentang sepanjang 9,1 kilometer menjadi incaran utama para pelancong selama libur panjang. Destinasi seperti Pantai Ampenan dan Pantai Loang Baloq diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung signifikan. Kedua pantai ini menawarkan daya tarik lebih karena dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik, termasuk area permainan anak-anak yang menarik.
Selain itu, Pantai Tanjung Karang, Pantai Mapak, dan Pantai Gading juga menjadi pilihan menarik bagi masyarakat. Keberadaan fasilitas pendukung yang memadai di sepanjang pesisir pantai diharapkan dapat memenuhi kebutuhan wisatawan. Ketersediaan fasilitas yang lengkap menjadi salah satu faktor penentu kenyamanan pengunjung saat berlibur.
Dispar Mataram juga telah menyediakan fasilitas tempat pembuangan sampah yang memadai di berbagai titik strategis. Hal ini bertujuan untuk mengajak pengunjung berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, keindahan destinasi wisata Mataram dapat terjaga dan memudahkan petugas dalam melakukan penanganan sampah.
Imbauan Keselamatan dan Harapan Cuaca Bersahabat
Tim terpadu yang dibentuk oleh Dispar bersama BPBD gencar melakukan himbauan keselamatan kepada pengunjung pantai. Melalui pengeras suara di Pantai Loang Baloq dan Pantai Ampenan, wisatawan diingatkan untuk selalu waspada terhadap potensi gelombang air laut. Pengunjung juga dihimbau untuk menghindari aktivitas mandi di pantai jika kondisi tidak memungkinkan demi keselamatan bersama.
Cahya Samudra menyampaikan harapan agar kondisi cuaca pasca-Idul Fitri dapat kembali bersahabat. Cuaca yang baik akan memungkinkan warga untuk menikmati liburan secara maksimal, termasuk aktivitas mandi di pantai yang menjadi favorit. Namun, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh pengunjung.
Partisipasi aktif pengunjung dalam menjaga kebersihan sangat diharapkan oleh Dispar Mataram. Dengan membuang sampah pada tempatnya, pengunjung turut berkontribusi menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Kebersihan destinasi wisata adalah tanggung jawab bersama untuk kenyamanan semua pihak.
Sumber: AntaraNews