Pemprov Sulteng Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Dapur MBG, Gerakkan Ekonomi Daerah

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) gencar mendorong pemanfaatan pangan lokal untuk kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah dan memberdayakan UMKM.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Sulteng Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Dapur MBG, Gerakkan Ekonomi Daerah
Gubernur Sulteng Anwar Hafid mendorong optimalisasi pangan lokal untuk Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Parigi Moutong, guna menggerakkan ekonomi daerah dan UMKM. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) secara aktif mendorong pemanfaatan pangan lokal untuk kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah strategis ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi sumber daya daerah.

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, menyampaikan arahan penting ini saat meresmikan SPPG NDR Loji di Parigi pada Sabtu (24/1). Beliau menekankan bahwa program MBG harus mampu menghidupkan potensi lokal di Kabupaten Parigi Moutong. Hal ini menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dorongan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan gizi, tetapi juga diharapkan menjadi pendorong ekonomi. Dengan mengandalkan bahan baku dari dalam daerah, program ini berpotensi besar memberdayakan petani dan pelaku UMKM setempat. Ini merupakan langkah konkret mewujudkan kemandirian pangan.

Gubernur Anwar Hafid menyatakan apresiasi tinggi terhadap kualitas dan kesiapan operasional SPPG NDR Loji. Beliau meninjau langsung fasilitas tersebut dan memberikan penilaian positif. Menurutnya, dapur MBG ini merupakan salah satu yang terbaik di antara SPPG yang telah dikunjunginya.

Fasilitas SPPG NDR Loji dinilai sangat layak dengan ruangan yang bersih dan steril. Seluruh area dilengkapi pendingin udara untuk menjaga kualitas bahan makanan dan kenyamanan kerja. Para karyawan juga menunjukkan semangat kerja yang tinggi dalam melayani kebutuhan gizi.

Kesiapan SPPG NDR Loji menjadi contoh ideal bagi SPPG lainnya di Sulawesi Tengah. Standar kebersihan dan operasional yang tinggi menjadi prioritas utama. Ini memastikan makanan yang disajikan aman dan berkualitas bagi penerima manfaat.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya kesiapan sumber bahan pangan dari dalam daerah. Hal ini menanggapi harapan agar Dapur MBG dapat mendorong pertumbuhan UMKM lokal. Ketersediaan bahan baku menjadi kunci utama keberlanjutan program.

Kebutuhan bahan pokok, khususnya telur, akan meningkat signifikan seiring bertambahnya jumlah SPPG. Oleh karena itu, diperlukan persiapan matang dari sekarang untuk memenuhi pasokan. Sinergi antara pemerintah desa dan kelurahan sangat dibutuhkan.

Masyarakat diimbau untuk aktif menyiapkan sumber bahan pokok guna mendukung program MBG. Ini menciptakan peluang ekonomi baru bagi petani dan peternak lokal. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberi makan, tetapi juga memberdayakan.

Sinergi ini memastikan rantai pasok bahan makanan tetap terjaga. Keterlibatan komunitas lokal akan memperkuat ketahanan pangan daerah. Ini juga mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah.

SPPG NDR Loji dikelola oleh Yayasan Mombangu Tuvu Ntodea dengan visi yang jelas. Yayasan ini diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Namun juga menjadi penggerak ekonomi lokal di Parigi Moutong.

Peran SPPG dalam memberdayakan UMKM sangat vital. Dengan memesan bahan baku dari produsen lokal, SPPG membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini menciptakan efek domino positif bagi perekonomian daerah.

Program MBG yang berbasis pangan lokal akan memperkuat rantai nilai produk pertanian dan peternakan. Ini memberikan kepastian pasar bagi hasil bumi masyarakat. Dampaknya adalah peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi