Momen Haru Eks KASAL Kenang Ryamizard Ryacudu, Pengayom Prajurit yang Berhasil Boyong KRI Bima Suci
Ade mengenang almarhum sebagai figur senior luar biasa yang selalu memberikan bimbingan kepada para juniornya selama bertugas di militer.
Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana (Purn) Ade Supandi menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Kepergian almarhum dinilai sebagai kehilangan besar bagi keluarga besar TNI dan bangsa Indonesia, mengingat dedikasi serta pengabdian panjangnya dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara.
Ade mengenang almarhum sebagai figur senior luar biasa yang selalu memberikan bimbingan kepada para juniornya selama bertugas di militer.
Kesan mendalam tersebut diungkapkan oleh Ade saat melayat ke rumah duka di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5) malam.
Kehadirannya di kediaman almarhum menjadi bukti penghormatan terakhir bagi sang jenderal yang dikenal tegas namun penuh perhatian.
"Ya, terima kasih. Saya memang eh menjabat 2014-2018, dan sudah bersama beliau cukup lama ya, terakhir pada saat jadi KSAL. Dan pengalaman saya dengan beliau luar biasa. Dia seorang senior yang selalu ngayomi pada adik-adiknya," kata Ade kepada wartawan.
Kemampuan Almarhum
Dalam kesempatan itu, Ade juga memuji kemampuan almarhum dalam mengelola sektor pertahanan nasional.
Menurut Ade, almarhum memiliki kemampuan yang sangat mumpuni dalam menghadapi tantangan keterbatasan anggaran negara. Ryamizard dinilai sukses mengoptimalkan seluruh kegiatan pertahanan dengan efisien demi menjaga kedaulatan NKRI.
"Yang kedua, dalam rangka tugas pokok mengemban amanah negara, mengefisienkan, menyelenggarakan, kemudian mengoptimalkan giat-giat dalam rangka pertahanan negara dihadapkan dengan keterbatasan anggaran, beliau sangat mumpuni bagaimana mengatur eh pengelolaan daripada pembiayaan untuk pertahanan negara," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ade membagikan cerita emosional mengenai proyek besar modernisasi alutsista TNI Angkatan Laut. Proyek tersebut adalah pengadaan kapal latih legendaris KRI Bima Suci untuk menggantikan KRI Dewaruci.
"Dan bagi saya sendiri sangat terkesan karena salah satu hal yang memang saya akan selalu ingat adalah waktu itu saya merencanakan dengan beliau untuk penggantian KRI Dewaruci, yaitu KRI Bima Suci," ungkapnya.
"Dan dari mulai proses dengan beliau, dan tentu saja pada saat steel cutting di eh negara pembuat ya, di Spanyol, kemudian juga eh sampai dengan peluncuran, sampai dengan commissioning, beliau selalu memberikan suatu support yang luar biasa," tambahnya.
Masa Depan Prajurit Matra Laut
Ade menjelaskan, dukungan penuh dari almarhum Ryamizard kala menjabat sebagai Menhan sangat krusial bagi masa depan prajurit matra laut. Keberadaan kapal latih tersebut merupakan pondasi utama dalam mengasah skill dan keterampilan para perwira muda.
"Karena bagaimanapun juga keberadaan kapal latih bagi Angkatan Laut merupakan satu eh dasar pembinaan skill, keterampilan para perwira matra laut ya. Dan beliau sangat mendukung. Oleh sebab itu, saya sangat kehilangan beliau," jelasnya.
Ade juga mengaku sempat terkejut saat pertama kali mendengar kabar duka mengenai wafatnya sang mentor. Meski mengetahui kondisi kesehatan almarhum terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, rasa kehilangan tetap menyelimuti hatinya.
"Ya agak apa, shock juga ya. Walaupun saya paham bahwa memang kurang lebih tiga tahun terakhir kondisi beliau agak memburuk ya. Terakhir ketemu di suatu acara perhelatan pernikahan dan saya juga masih sempat bincang dengan beliau gitu kan," katanya.