Kisah Emak-Emak Tiga Anak Menantang Ombak Selat Madura
Penampilannya sangat mencolok. Dengan baju merah muda, ia berdiri di tengah ratusan peserta yang memiliki tujuan serupa, yaitu menaklukkan Selat Madura.
Penampilan Euis sangat mencolok. Dengan baju berwarna merah muda, dia berdiri di tengah ratusan peserta yang memiliki tujuan serupa, yaitu menaklukkan selat Madura. Euis merupakan salah satu dari banyak peserta dalam lomba fin swimming Selat Madura Piala KSAL 2025.
Pada siang itu, Euis bertekad untuk menantang batas kemampuannya. Baginya, meraih podium juara bukanlah hal yang utama. Dia menyadari bahwa berat badannya menjadi tantangan tersendiri, terutama karena dia adalah seorang ibu dari tiga anak.
"Ibu-ibu punya anak tiga, berat badannya juga kategori big size, sanggup enggak ini nyebarang ke Selat Madura," ungkap Euis dikutip dari SCTV, Senin (11/8).
Dengan menggunakan swimming fins atau 'kaki katak' berwarna pink dan pelampung yang terikat di tubuhnya, Euis mulai berenang. Gerakannya sangat lincah, tangannya mengayuh untuk menyibak ombak tenang di selat Madura.
Secara perlahan, dia menjauh dari titik awal di Pelabuhan Kamal, Bangkalan, Madura, menuju garis finish di Koarmada II, Surabaya.
"Saya di antara anak-anak muda yang usianya belasan tahun, bahkan usianya seperti anak saya. Saya ingin men-challenge mereka yang sedang berlomba dengan saya. Saya tidak sedang memperebutkan juara," katanya sambil tersenyum.
Perlombaan yang berlangsung pada hari Sabtu kemarin memiliki beberapa kategori yang dibedakan berdasarkan latar belakang peserta. Terdapat kategori untuk TNI, Polri, dan umum.
"Pemenangnya jelas adalah siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu, meskipun ada kategori tersendiri. TNI, Polri, dan umum tidak digabung. Jadi, sudah ada kriterianya," jelas Palaksa Lanal Batuporon Mayor Laut (P) Yenif Forniawan.