Polisi meringkus dua dari lima pemalak yang membunuh sopir truk asal Lampung, AL (44). Salah satu pelaku ternyata anak masih di bawah umur.
Dua pelaku yang diamankan adalah RC (30) dan MA (17). Sementara tiga pelaku yang masih buron adalah YF, RF, dan DD.
Dalam reka ulang yang digelar terungkap kronologi pemalakan yang berakhir pembunuhan terhadap korban. Kelima pelaku awalnya berkumpul di Simpang Macan Lindungan Palembang, Senin (24/11).
Kemudian mereka menuju lampu merah dengan tujuan mencari sasaran untuk dimintai uang. Pada malam hari, korban yang mengemudikan mobil truk jenis Mitsubishi Colt Diesel nomor polisi BE 8139 CW berhenti di lokasi.
Advertisement
Lantas kelima pelaku mendekati mobil korban dengan berpencar. Tiga pelaku, YF, DD, dan RF ke arah sopir, dan MA menghadang di depan mobil.
Kemudian YF meminta uang kepada korban untuk membeli minum dan korban memberinya Rp 2.000. Namun para pelaku meminta tambah sehingga terjadi cekcok antara mereka.
Tersangka MA pun ikut mendekat tetapi ke arah kernet. Dia berusaha mengambil barang di dalam mobil tapi ditegur korban.
Advertisement
Lantas YF mengambil kartu tol milik korban yang membuatnya marah. Korban turun dari mobil dengan membawa besi stainless lalu mengejar YF.
Melihat temannya dikejar, tersangka RC mengambil bambu yang ada di pinggir jalan dan turut mengejar korban. Pria yang memiliki banyak tato di tubuhnya itu memukul korban dengan bambu.
Seorang saksi berusaha melerai dan meminta pelaku mengembalikan kartu tol itu. Namun pelaku bersedia dengan syarat diberikan uang.
Advertisement
Lantaran melihat pelaku DD memegang pisau dan berusaha menusuknya, korban memukul DD hingga terjatuh. Tersangka MA melawan dengan cara memukul korban dengan antena yang dia dapat di pinggir jalan.
Pelaku DD dan korban terlibat perkelahian sengit. Korban tersungkur di bawah truk akibat ditusuk DD.
Para pelaku melarikan diri ke arah Jembatan Musi II Palembang. Kemudian mereka menumpangi mobil tak dikenal untuk kabur.
"Kita sudah amankan dua tersangka dan masih ada tiga pelaku yang diburu, termasuk penusuk korban," ungkap Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang Iptu Dewo Deddi Ananda, Selasa (2/12).
Dewo menyebut reka ulang dilakukan dalam rangka kelengkapan berkas perkara. Dari situ juga diketahui peran masing-masing pelaku.
"Semoga tiga pelaku lain segera tertangkap," kata Dewo.
Advertisement
Diberitakan sebelumnya, seorang sopir truk asal Lampung, AL (44), tewas akibat dikeroyok kawanan pemalak di Palembang. Korban tewas di tempat dengan luka tusukan di punggung.
Peristiwa itu bermula saat para pelaku mendatangi korban yang terjebak macet di lampu merah Simpang Macan Lindungan Palembang, Senin (24/11) malam. Para pelaku bermaksud meminta uang.
Sebenarnya korban sudah memberi uang sebesar Rp2 ribu namun ditolak pelaku. Mereka terus memaksa meminta uang lebih dari yang diberikan.
Saat kendaraannya mulai bergerak, para pelaku mencegat korban dan kembali meminta uang dengan dalih membeli minuman. Korban pun dikeroyok dan korban melawan dengan mengambil besi.
Begitu turun dari mobil, korban memukul pelaku yang memegang pisau. Sedangkan tiga pelaku lagi membawa batu dan bambu.
Kalah jumlah, korban ditusuk salah satu pelaku. Dia berusaha menyelamatkan diri namun terjatuh hingga tewas di tempat. Kernet truk tak bisa berbuat apa-apa karena takut turut menjadi sasaran.
Polisi datang ke lokasi setelah menerima laporan warga. Korban dibawa ke RS Muhammad Hasan Bhayangkara Palembang untuk pemeriksaan.