Penembakan di Masjid Terbesar San Diego, Lima Orang Tewas
Insiden penembakan kembali di terjadi Amerika Serikat. Kali ini berlokasi di masjid terbesar San Diego yang menewaskan lima orang.
Lima orang tewas, termasuk dua tersangka, setelah penembakan yang diduga bermotif “kejahatan kebencian” di sebuah pusat Islam di wilayah San Diego, Amerika Serikat pada Senin, 18 Mei.
Penembakan yang terjadi di Islamic Center of San Diego itu pertama kali dilaporkan oleh Departemen Kepolisian San Diego pada Senin sekitar pukul 12.00 siang waktu setempat. Pusat Islam tersebut menjadi lokasi salat harian dan juga memiliki sekolah di area kompleksnya.
Departemen kepolisian menyatakan bahwa “ancaman di pusat Islam telah dinetralisir” melalui unggahan di X tak lama setelah pukul 16.00 waktu setempat. Dalam konferensi pers setelahnya, Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl mengonfirmasi jumlah korban tewas mencapai lima orang, termasuk dua tersangka serta tiga orang yang berada di dalam pusat Islam tersebut.
“Kami belum pernah mengalami tragedi seperti ini sebelumnya,” kata Imam Taha Hassane dalam konferensi pers pada Senin, seperti dilansir USA Today, Selasa (19/5).
Salah Satu Korban Tewas adalah Petugas Keamanan
Berikut yang diketahui sejauh ini.
Apa yang terjadi?
Hingga pukul 14.00 waktu Pasifik pada 18 Mei, polisi mengatakan dalam konferensi pers bahwa mereka masih mengumpulkan informasi terkait penembakan tersebut.
Polisi mengatakan mereka mulai menerima panggilan dari pusat Islam sekitar pukul 11.30 siang terkait laporan penembakan aktif di Islamic Center of San Diego. Petugas disebut tiba di lokasi dalam waktu empat menit, dan laporan awal penembakan berasal dari luar gedung ketika seorang pekerja taman di dekat masjid ditembaki oleh para tersangka.
Polisi mengatakan bahwa ketika petugas tiba di pusat Islam tersebut, mereka menemukan tiga pria yang terkait dengan pusat itu tewas di lokasi, salah satunya merupakan petugas keamanan pusat Islam.
Tersangka 17 dan 19 Tahun
Scott Wahl mengatakan dalam konferensi pers bahwa kedua tersangka ditemukan tewas di dalam sebuah kendaraan di dekat lokasi kejadian. Kedua tersangka masing-masing berusia 17 dan 19 tahun.
Dalam sebuah pernyataan, Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengecam penembakan tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan kekerasan yang mengerikan.”
“Pikiran dan doa kami bersama semua pihak yang terdampak oleh serangan ini. Tidak seorang pun seharusnya merasa takut akan keselamatan mereka saat menghadiri salat atau belajar di sekolah dasar. Kami sedang berupaya mempelajari lebih lanjut insiden ini, dan kami mengajak semua orang untuk mendoakan komunitas ini,” ujar Direktur Eksekutif CAIR-San Diego, Tazheen Nizam.