Kepanikan terjadi di sebuah gereja di Michigan pada Minggu pagi ketika suara tembakan meletus saat ratusan jemaat sedang beribadah.
Di tengah kekacauan itu, sejumlah jemaat segera melindungi anak-anak dan membawa mereka ke tempat aman.
“Orang-orang di dalam gereja menerjang bahaya dan melindungi anak-anak saat tembakan meletus pagi ini. Mereka memindahkan mereka ke tempat aman,” ujar Renye, salah satu pejabat setempat dikutip NBCNews, Senin (29/9).
Ia menyebut tindakan jemaat tersebut sebagai keberanian luar biasa.
Advertisement
Menurut Renye, polisi merespons cepat setelah menerima panggilan darurat 911. Petugas pertama tiba di lokasi dalam waktu hanya 30 detik.
Dalam waktu delapan menit, tersangka penembakan berhasil dilumpuhkan di area parkir belakang gereja oleh petugas Departemen Sumber Daya Alam dan petugas Kotapraja Grand Blanc.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap motif penembakan serta jumlah korban yang terdampak.
Advertisement
seorang pria bersenjata menabrakkan mobilnya ke sebuah gereja di Michigan, kemudian melepaskan tembakan dan membakar bangunan tersebut.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu pagi di Gereja Yesus Kristus yang terletak di Grand Blanc, sekitar 100 kilometer barat laut Detroit, saat ratusan jemaat sedang mengikuti kebaktian.
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Thomas Jacob Sanford, seorang pria berusia 40 tahun dari Burton, Michigan, tewas ditembak oleh polisi di area parkir gereja hanya delapan menit setelah aksinya, menurut laporan dari BBC pada Senin (29/9).
"Kami tengah menyelidiki insiden ini sebagai tindakan kekerasan yang ditargetkan, meskipun motifnya masih belum jelas," ungkap Kepala Polisi Grand Blanc, William Renye, dalam konferensi pers yang diadakan.
Api yang muncul setelah penembakan tersebut juga telah menghancurkan sebagian besar bangunan gereja, sementara beberapa orang dilaporkan masih hilang.