TNI Tembak TNI di Palembang, Kapendam Sriwijaya Beri Penjelasan
Diketahui, dalam peristiwa tersebut telah mengakibatkan Pratu F (23), personel Denkesyah Palembang, meninggal dunia.
Kodam II/Sriwijaya memastikan penanganan insiden yang terjadi di Panhead Cafe, Palembang, Sabtu dini hari tadi (16/5), dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.
Diketahui, dalam peristiwa tersebut telah mengakibatkan Pratu F (23), personel Denkesyah Palembang, meninggal dunia.
Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania mengatakan, Pangdam II/Sriwijaya memberikan perhatian penuh terhadap kejadian tersebut dan telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan langkah-langkah penyelidikan secara menyeluruh di lapangan.
"Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat," kata Yordania dalam keterangannya, Sabtu (16/5).
Saat ini, Denpom 2/IV Palembang disebutnya masih melaksanakan serangkaian proses penyelidikan. Mulai dari pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV.
Selain itu juga dilakukan autopsi terhadap jenazah korban, pengumpulan barang bukti, hingga koordinasi dengan Polda Sumatera Selatan. Hal ini guna mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.
Dia menegaskan, proses penyelidikan membutuhkan waktu agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara akurat berdasarkan fakta di lapangan.
"Proses ini membutuhkan waktu, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pangdam II/Sriwijaya juga telah menginstruksikan seluruh Dansat jajaran Kodam II/Swj untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian internal di satuan masing-masing guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.
Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut serta mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif.
Sebelumnya, Pratu F (23), anggota TNI AD tewas ditembak sesama prajurit inisial Sertu RN (23). Penembakan diduga karena keduanya bersenggolan saat asyik berjoget di tempat hiburan malam.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan. Sejam kemudian korban meninggal dunia dan jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk keperluan autopsi.
Peristiwa itu bermula saat keduanya menikmati hiburan bersama teman masing-masing di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Ilir Barat I, Palembang, Sabtu (16/5) dini hari. Tiba-tiba kedua tak sengaja bersenggolan saat berjoget.
Pelaku dan Korban Cekcok
Pelaku dan korban tersulut emosi hingga membuat mereka cekcok. Tak lama kemudian, korban mengeroyok pelaku.
Dalam situasi terdesak, pelaku mengeluarkan senjata api dari pinggangnya lalu menembak korban. Korban langsung terkapar karena tembakan mengenai perut bagian kanan.
Polisi Datangi TKP
Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Fauzi Saleh membenarkan kejadian itu. Dia menyebut polisi segera datang ke lokasi setelah kejadian.
"Benar, kejadiannya dini hari tadi korban dan pelaku sama-sama anggota TNI AD," ungkap Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Fauzi Saleh, Sabtu (16/5).