Pekerjaan Penembak Mati Sopir Angkot karena Cek Cok Isi BBM di SPBU Tak Kaleng-Kaleng, ini Kronologinya

Polisi meringkus tiga pelaku pengeroyokan dan penembakan hingga tewas sopir angkot di Banyuasin, Sumatera Selatan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Pekerjaan Penembak Mati Sopir Angkot karena Cek Cok Isi BBM di SPBU Tak Kaleng-Kaleng, ini Kronologinya
Pelaku penembak sopir angkot hingga tewas di SPBU Sembawa, Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (21/10) sore. (Humas Polda Sumsel)

Polisi meringkus tiga pelaku pengeroyokan dan penembakan hingga tewas sopir angkot di Banyuasin, Sumatera Selatan. Satu korban lain masih dirawat di rumah sakit.

Dari pemeriksaan, eksekutor penembakan adalah HS (35). Dia diketahui seorang pengusaha penginapan di Banyuasin. Senjata api jenis FN itu juga adalah miliknya sendiri.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, tiga tersangka sebelumnya terlibat cekcok mulut dengan sopir angkot, DW (27), saat berebut mengisi bahan bakar minyak di SPBU Sembawa Banyuasin. Lantaran menaruh dendam, tiga tersangka mengejar korban dan melakukan pengeroyokan.

Di saat bersamaan teman korban, OB (35) mencoba untuk melerai. Namun tersangka HS malah mengambil pistol dari mobilnya dan menembak kedua korban tiga kali.

Dua tembakan mengenai paha dan perut korban OB yang membuatnya tewas di tempat. Sedangkan DW terkena tembakan di perut dan kini masih dalam perawatan medis.

"Tersangka dendam karena ribut dengan korban DW saat mengisi BBM di SPBU, dia mengejar dan terjadilah penembakan," ungkap Nandang, Rabu (22/10).

Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap sumber kepemilikan senpi tersebut. Uji balistik juga dilakukan sehingga diketahui kegunaannya.

"Penyidik masih lakukan pemeriksaan dan pengembangan kepada ketiga tersangka," kata Nandang.

Tak hanya pasal pembunuhan dan pengeroyokan, tersangka HS juga dijerat Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tanpa izin. Namun semuanya dapat terancam hukuman mati akibat perbuatannya.

Diketahui, penembakan bermula saat DW cekcok mulut dengan tiga orang menggunakan mobil Toyota Kijang Innova Reborn gara-gara rebutan isi bahan bakar minyak di SPBU Sembawa, Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (21/10) sore. DW pun lantas dikeroyok para pelaku.

Melihat rekan sesama sopir angkot terancam, korban OB bermaksud melerai. Namun OB malah turut dikeroyok para pelaku.

Kemudian salah seorang pelaku mengambil senjata api jenis FN dari mobil dan menembak korban hingga mengenai bagian perut dan paha. Korban OB tewas di tempat dan rekannya DW mengalami luka tembak di perut yang kini menjalani perawatan intensif di RSUD Banyuasin.

Dari penyelidikan, polisi meringkus tiga pelaku tanpa perlawanan di rumah masing-masing beberapa jam kemudian. Ketiganya adalah HS (31), IG (35), dan DSP (23), yang semuanya tinggal di Desa Regan Agung, Kecamatan Banyuasin III.

Barang bukti disita mobil Toyota Innova Reborn hitam nomor polisi BG 1719 E milik tersangka yang diketahui pelat palsu dan senpi jenis FN.

Halaman
Rekomendasi