Cerita Perjuangan Presiden Prabowo Ingin Bangsa Indonesia Lepas dari Kemiskinan tapi Malah Dituduh Mau Kudeta
Risiko dari perjuangannya itu, ia bahkan dituduh mau mengkudeta dan dicitrakan sebagai sosok diktator.
Presiden Prabowo Subianto mengakui perjuangan yang dilakukan sejak lama agar bangsa Indonesia bisa terlepas dari kemiskinan dan menikmati sendiri kekayaan alam tak mudah.
Ia kerap dituduh ingin mengkudeta dan digambarkan sebagai sosok diktator.
"Kita mengerti dan paham bahwa bangsa kita negara yang kaya. Setelah saya dipilih dan diangkat menjadi Presiden, setelah saya mengambil alih pemerintahan, saya paham, lebih paham, lebih mengerti atas kekayaan-kekayaan kita," ujar Prabowo dalam acara Panen Raya, Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
Dia mengaku prihatin dan sedih saat mengetahui bahwa Indonesia tak pandai dalam mengelola sendiri kekayaan alam yang dimiliki. Sehingga, banyak kekayaan Indonesia yang bocor dan tak dinikmati oleh masyarakat.
"Tapi saya harus katakan, saya prihatin, saya sedih dengan kenyataan bahwa banyak kekayaan kita yang tidak pandai kita kelola. Sehingga banyak kekayaan kita yang bocor. Dari dulu saya mengerti hal ini tapi saya tidak mengerti seberapa banyak kebocoran itu," ujarnya.
Perjuangan Sebelum Jadi Presiden
Ia kemudian bercerita pengalamannya sebelum menjadi Presiden RI. Dia sudah berjuang lebih dahulu untuk kesejahteraan masyarakat dengan menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukukan Tani Indonesia (HKTI) dan Ketua Umum Partai Gerindra. Dia merasa resah melihat bangsa Indonesia hidup miskin di tengah kekayaan yang dimiliki negara.
"Dari tahun ke tahun sebelum saya menjadi Presiden, saya berjuang, berjuang sebagai ketua umum HKTI, berjuang sebagai ketua umum sebuah partai, kenapa? Karena saya melihat ada kejanggalan di bangsa kita. Saya melihat sudah berapa tahun negara yang begini kaya rakyatnya masih banyak yang miskin," tutur Prabowo.
Dia menegaskan kondisi tersebut tak dapat diterima oleh akal sehat dan hatinya. Tak hanya itu, Prabowo juga heran Indonesia masih impor pangan padahal memiliki tanah subur untuk menanam.
"Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya, bagaimana negara yang begini makmur, bagaimana negara yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia," jelas dia.
"Terutama yang tidak masuk di akal saya bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya," sambung Prabowo.
Bukan Profesor tapi Tahu Mana Benar dan Tidak
Kendati bukan orang pintar maupun bergelar profesor, Prabowo mengatakan dirinya dapat melihat hal benar atau salah serta merasakan ketidakadilan yang dialami rakyat. Untuk itu, Prabowo terus berjuang agar rakyat Indonesia dapat hidup sejahtera dan makmur.
"Karena itu saya berjuang terus, saya dituduh mau jadi diktator, saya dituduh mau berkuasa, saya dituduh mau kudeta," ujar dia.
Prabowo pun menekankan bahwa dirinya telah bersumpah sebagai prajurit TNI sejak berusia muda. Dia pun menekankan komitmennya sebagai tentar rakyat.
"Tetapi saya sejak muda saya bersumpah sebagai prajurit adalah prajurit dari Tentara Nasional Indonesia, TNI adalah tentara rakyat, TNI lahir dari rakyat," pungkas Prabowo.