Pemkab Penajam Paser Utara Gencarkan Upaya Pengendalian Inflasi dengan Jaga Harga Pangan
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pangan demi pengendalian inflasi di wilayahnya, memastikan ketersediaan pasokan dan harga komoditas pokok terjaga.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara aktif menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasaran. Langkah ini merupakan bagian dari upaya serius untuk mengendalikan laju inflasi di wilayah setempat.
Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar, menegaskan bahwa pasokan dan harga pangan dipantau rutin oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pemantauan ini krusial untuk memastikan ketersediaan bahan pangan terjaga stabil.
Stabilitas harga komoditas pokok menjadi fokus utama agar inflasi dapat terkendali. Berbagai strategi telah diterapkan untuk mencapai target tersebut, demi menjaga daya beli masyarakat di Penajam Paser Utara.
Strategi Komprehensif Menjaga Ketersediaan Pangan
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tidak hanya memantau, tetapi juga berkolaborasi aktif dengan distributor dan ritel. Tujuannya adalah untuk mengatasi potensi kekurangan bahan pangan di pasaran secara efektif. Mereka juga secara rutin melakukan pemantauan harga bahan pokok penting guna mengidentifikasi potensi kenaikan.
Selain itu, gerakan pangan murah dan operasi pasar menjadi bagian integral dari strategi pengendalian inflasi daerah. Semua langkah tersebut dilakukan karena inflasi masih sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bahan pangan di masyarakat.
Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat. Ketersediaan pasokan yang stabil diharapkan mampu meredam gejolak harga dan menciptakan stabilitas ekonomi lokal.
Data Inflasi dan Pencapaian Pengendalian
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 2,10 persen pada April 2026, menjadikannya yang terendah di Kalimantan Timur. Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month) tercatat sebesar 0,33 persen.
Beberapa komoditas menjadi penyumbang utama inflasi bulanan tersebut, di antaranya tomat dengan andil 0,29 persen, semangka 0,11 persen, bakso siap santap 0,08 persen, bawang merah 0,04 persen, serta minyak goreng 0,03 persen. Kenaikan harga minyak goreng, misalnya, dipicu keterlambatan distribusi dari produsen di Pulau Jawa.
Tohar menjelaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan pemerintah kabupaten berhasil menekan laju inflasi sepanjang tahun 2026. BPS mencatat inflasi tahunan sebesar 2,75 persen pada Januari, 4,13 persen pada Februari, dan 3,33 persen pada Maret 2026.
Angka-angka ini menunjukkan fluktuasi namun dengan tren upaya pengendalian yang konsisten, di mana inflasi PPU pada April 2026 berada di bawah inflasi nasional yang tercatat 2,42 persen secara tahunan.
Komitmen TPID dalam Menjaga Stabilitas Harga
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, melalui TPID, berkomitmen penuh menjaga laju inflasi. Tujuannya agar tetap terkendali di bawah standar inflasi nasional 2026.
Standar inflasi nasional yang ditetapkan berada dalam rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen, atau 2,5 persen ± 1 persen. Ini menunjukkan target yang jelas dan terukur bagi TPID dalam menjalankan tugasnya.
Pemantauan rutin pasokan dan harga bahan pangan akan terus dilakukan sebagai upaya berkelanjutan. Hal ini termasuk identifikasi dini terhadap potensi kelangkaan atau kenaikan harga komoditas.
Kolaborasi lintas sektor dan respons cepat terhadap dinamika pasar menjadi kunci keberhasilan upaya pengendalian inflasi. TPID PPU bertekad menjaga stabilitas ekonomi daerah demi kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews