Satgas Pangan Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok Medan Jelang Puasa Ramadhan
Tim Satgas Pangan Polri bersama Pemprov Sumut memastikan stabilitas harga bahan pokok di Medan jelang Ramadhan 1447 H. Masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran harga.
Tim Satgas Pangan Bareskrim Polri telah memastikan stabilitas harga sejumlah bahan pokok di Pasar Simpang Limun, Medan, Sumatera Utara. Pemantauan ini dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan komoditas bagi masyarakat. Kombes Pol Nasrun Pasaribu dari Tim Satgas Pangan Polri menyatakan bahwa kondisi pasar masih stabil dan sesuai ketentuan pemerintah.
Pemantauan harga ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan kepolisian untuk menjaga daya beli masyarakat setempat. Selain itu, langkah strategis ini juga bertujuan untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar selama periode permintaan tinggi. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran berlebihan terhadap kebutuhan pokok.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut serta dalam pemantauan ini, menunjukkan sinergi antarlembaga yang kuat dan terkoordinasi. Komitmen bersama ini diharapkan mampu menciptakan kondisi pasar yang kondusif dan berkelanjutan. Stabilitas harga bahan pokok di Medan menjadi prioritas utama jelang momen penting ini untuk kesejahteraan warga.
Hasil Pemantauan Harga Komoditas Utama
Dalam pemantauan yang dilakukan di Pasar Simpang Limun, Tim Satgas Pangan menemukan bahwa harga sejumlah bahan pangan relatif normal dan terkendali. Cabai merah misalnya, tercatat seharga Rp32 ribu per kilogram, menunjukkan stabilitas yang baik di pasaran. Daging ayam potong juga berada pada harga Rp42 ribu per kilogram, sesuai dengan perkiraan pasar dan tidak mengalami kenaikan signifikan.
Komoditas daging sapi terpantau di angka Rp142 ribu per kilogram, masih dalam batas wajar menjelang puasa Ramadhan. Sementara itu, MinyaKita, salah satu kebutuhan pokok masyarakat, dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp15.700 per liter. Hal ini menandakan kepatuhan pedagang terhadap regulasi harga yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kombes Pol Nasrun Pasaribu menegaskan bahwa hasil pemantauan ini menunjukkan kondisi yang relatif normal di pasar. Harga bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat setempat di pasar Medan masih stabil dan terkendali. Situasi ini memberikan jaminan bagi konsumen dan menjaga daya beli mereka menjelang datangnya bulan Ramadhan.
Tim Satgas Pangan juga berencana untuk melanjutkan pemantauan secara berkala dan intensif. Pemantauan akan terus dilakukan terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri untuk melihat pergerakan harga bahan pokok. Langkah proaktif ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gejolak harga di kemudian hari.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Sinergi Lintas Lembaga
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Popy Marulita Hutagalung, menegaskan komitmen pemerintah daerah. Pihaknya akan terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat secara berkelanjutan. Komitmen ini sangat penting untuk memastikan pasokan yang cukup selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Popy menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut akan terus menjaga stok kebutuhan masyarakat agar tetap aman. Meskipun ada sedikit peningkatan harga pada beberapa komoditas, kenaikan tersebut masih dalam batas yang wajar dan terkendali. Yang terpenting, stok barang dipastikan mencukupi untuk memenuhi seluruh permintaan pasar.
Sinergi antara Satgas Pangan Polri, Polda Sumut, Pemerintah Provinsi Sumut, dan Bulog menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ini. Kolaborasi multi-pihak ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga secara efektif dan komprehensif. Tujuannya adalah menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang dan nyaman.
Kerja sama lintas lembaga ini juga bertujuan untuk mencegah praktik penimbunan atau spekulasi harga yang merugikan konsumen. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau kenaikan harga yang signifikan. Ketersediaan dan harga yang stabil adalah prioritas bersama demi kesejahteraan seluruh warga Sumatera Utara.
Sumber: AntaraNews