Bapanas RI Gencar Sidak Harga Sembako Lombok Timur Jelang Ramadhan, Ini Temuannya
Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama tim gabungan melakukan sidak harga sembako Lombok Timur di pasar tradisional. Temuan signifikan terkait cabai rawit merah dan Minyakita patut jadi perhatian jelang Ramadhan.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok. Kegiatan ini berfokus pada pasar tradisional untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga. Sidak ini bertujuan menjaga stabilitas harga demi melindungi daya beli masyarakat di tengah peningkatan permintaan.
Sidak yang dilaksanakan pada Sabtu (28/2) ini menyasar berbagai komoditas penting seperti beras, daging, telur, hingga bumbu dapur di sejumlah lapak dan toko. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari upaya pengendalian harga pangan. Tim juga memberikan teguran kepada pedagang yang kedapatan menjual barang di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Direktur Pengendalian dan Pengawasan Pangan (PKP) Bapanas RI, Rinna Syawal, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan (SE) Kepala Bapanas 01/2026. SE tersebut mengatur pembentukan Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026. "Hal ini sebagai langkah pengendalian, tim melakukan sejumlah upaya, memberikan teguran kepada pedagang yang menjual kebutuhan pokok di atas harga eceran tertinggi (HET)," kata Rinna Syawal saat sidak di Pasar Pancor.
Temuan Harga Komoditas di Pasar Tradisional Lombok Timur
Dari hasil pemantauan harga kebutuhan pokok di Lombok Timur, tim Bapanas mencatat beberapa harga komoditas. Beras premium terpantau Rp14.500 per kilogram dan beras medium Rp13.500 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dijual Rp35.000 per kilogram dan bawang putih Rp34.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah menjadi sorotan utama karena mencapai Rp90.000 per kilogram, jauh di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Cabai merah keriting tercatat Rp40.000 per kilogram. Komoditas lain seperti gula pasir curah berada di angka Rp17.000 per kilogram.
Daging sapi terpantau stabil di Rp130.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras Rp26.000 per kilogram. Daging ayam ras dijual Rp40.000 per kilogram. Rinna Syawal menjelaskan bahwa tingginya harga cabai rawit merah dipicu oleh permintaan yang melonjak.
Keterbatasan pasokan akibat penurunan produksi juga menjadi faktor signifikan. "Kondisi ini dipicu tingginya permintaan di tengah keterbatasan pasokan akibat penurunan produksi," ujar Rinna Syawal. Faktor cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan yang menyebabkan gagal panen turut mempengaruhi ketersediaan komoditas tersebut.
Penjualan Minyakita di Atas HET dan Rekomendasi Bapanas
Selain cabai, tim sidak Bapanas juga menemukan adanya pengecer yang menjual Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Minyakita terpantau dijual seharga Rp15.700 per liter. Padahal, produk Minyakita memiliki HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Setelah dilakukan klarifikasi, diketahui bahwa minyak goreng tersebut merupakan Minyakita kemasan yang dibeli di luar Bulog. Hal ini menunjukkan adanya praktik penjualan yang tidak sesuai regulasi. Bapanas memberikan perhatian serius terhadap temuan ini guna menjaga stabilitas harga minyak goreng.
Menanggapi temuan tersebut, Bapanas merekomendasikan agar para pedagang menjadi mitra Bulog terkait distribusi Minyakita. Tujuannya adalah agar produk tersebut dapat dijual sesuai HET yang berlaku. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga Minyakita bagi masyarakat.
Bapanas juga mengharapkan pemerintah daerah untuk aktif melaksanakan pemasangan banner informasi HET komoditas di pasar-pasar. "Kami harapkan pemerintah daerah melaksanakan pemasangan banner informasi HET komoditas di pasar-pasar sebagai bentuk transparansi harga," kata Rinna Syawal. Langkah ini penting sebagai bentuk transparansi dan edukasi bagi konsumen.
Komitmen Pemerintah Daerah Jaga Stabilitas Harga Pangan
Pemerintah daerah bersama instansi terkait di Lombok Timur menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan guna melindungi daya beli masyarakat. Ketersediaan pangan yang memadai dengan harga terjangkau menjadi prioritas utama.
Tim gabungan berjanji akan terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok secara intensif. Pemantauan ini penting untuk mengidentifikasi dini potensi kenaikan harga. Dengan demikian, langkah-langkah intervensi dapat segera diambil sebelum terjadi gejolak pasar yang lebih besar.
"Kami tetap intens melaksanakan pemantauan harga kebutuhan pokok," tambah Rinna Syawal. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat. Terutama dalam menghadapi bulan Ramadhan yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan konsumsi pangan.
Sumber: AntaraNews