Bapanas Awasi Pangan Ketat Hingga April, Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperketat pengawasan pangan hingga April. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan, terutama jelang Idul Fitri agar masyarakat tetap bisa menjangkau.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bapanas Awasi Pangan Ketat Hingga April, Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperketat pengawasan pangan hingga April. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan, terutama jelang Idul Fitri agar masyarakat tetap bisa menjangkau. (AntaraNews)

Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga Pangan, memperketat pengawasan komoditas pangan. Pengawasan ini dilakukan secara intensif mulai Februari hingga April mendatang di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini bertujuan utama untuk menjaga stabilitas harga pangan di pasaran agar masyarakat tetap bisa menjangkau dalam membelinya.

Anggota Satgas Saber Pangan Bapanas, Yudhi, menegaskan bahwa kebijakan pengawasan ketat ini merupakan arahan langsung dari Kepala Bapanas. Pemantauan harga pangan berlangsung hingga April untuk memastikan ketersediaan pasokan. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menjangkau harga kebutuhan pokok, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Di Tenggarong, Kalimantan Timur, pemantauan harga pangan dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar). Kolaborasi ini bertujuan mengawal harga agar tetap stabil dan memperkuat distribusi. Dengan demikian, kebutuhan pokok masyarakat selalu tercukupi, mengurangi kekhawatiran akan kelangkaan.

Bapanas telah mengimplementasikan strategi pengawasan pangan yang komprehensif melalui Satgas Saber Pelanggaran Harga Pangan. Fokus utama adalah memastikan tidak ada praktik penimbunan atau penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pengawasan ini mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari produsen hingga konsumen akhir, untuk meminimalkan potensi spekulasi harga.

Yudhi menyatakan, jika ditemukan pedagang yang menjual komoditas pangan penting melebihi HET, Bapanas tidak akan segan memberikan teguran keras. Tindakan tegas ini sesuai ketentuan yang berlaku, bertujuan menciptakan efek jera bagi pelaku usaha nakal. Kebijakan ini diharapkan dapat melindungi daya beli masyarakat dari lonjakan harga yang tidak wajar.

Penguatan pengawasan distribusi juga menjadi prioritas Bapanas untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok merata. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan di suatu daerah yang dapat memicu kenaikan harga. Bapanas berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan dan ketersediaan pangan secara akurat.

Berdasarkan pemantauan di Kalimantan Timur, harga sejumlah bahan pangan penting menunjukkan variasi. Harga beras, misalnya, berkisar antara Rp15.750 hingga Rp17.375 per kilogram, tergantung pada kualitasnya. Sementara itu, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog tersedia dengan harga lebih terjangkau, yakni Rp12.600 per kilogram.

Untuk komoditas lain, harga gula pasir berada di kisaran Rp19.000-Rp20.000 per kilogram, dan minyak goreng antara Rp18.000-Rp21.000 per liter. Daging sapi beku dijual Rp115.000, sedangkan daging sapi segar mencapai Rp150.000-Rp157.000. Telur ayam ras terpantau sekitar Rp32.000 per rak, cabai tiung Rp64.000, dan bawang merah Rp36.000 per kilogram.

Hasil pemantauan di Pasar Gerbang Raja, Tenggarong, menunjukkan sebagian besar harga komoditas pangan relatif stabil. Bahkan, beberapa komoditas seperti cabai rawit merah mengalami penurunan harga. Kondisi ini memberikan optimisme menjelang periode peningkatan permintaan.

Melalui kegiatan pemantauan ini, Bapanas berharap pasokan dan harga pangan tetap terjaga dengan baik. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak melakukan panic buying menjelang Idul Fitri. Bapanas berkomitmen untuk terus berupaya menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan, bahkan hingga setelah Lebaran.

Komitmen Bapanas ini penting untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat terkait ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Edukasi kepada masyarakat untuk berbelanja secukupnya juga terus digalakkan. Hal ini membantu mencegah lonjakan permintaan yang tidak perlu dan menjaga stabilitas pasar.

Sinergi antara Bapanas, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menghadapi tantangan fluktuasi harga. Dengan langkah-langkah proaktif dan pengawasan yang ketat, stabilitas harga pangan dapat dipertahankan. Ini mendukung kelancaran perayaan hari besar keagamaan dan menjaga ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi