Pemkab Bangka dan Bulog Gelar Distribusi Sembako Murah Bangka Jelang Tahun Baru Islam
Pemerintah Kabupaten Bangka bersama Perum Bulog sukses mendistribusikan 1.000 paket sembako murah Bangka di Kelurahan Kenanga, membantu meringankan beban warga menjelang 1 Muharram 1448 H.
Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama Perum Bulog di wilayah tersebut, telah sukses mendistribusikan kurang lebih 1.000 paket sembako murah. Distribusi ini menyasar warga di Kelurahan Kenanga, Bangka, pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat menghadapi perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada 16 Juni 2026.
Setiap paket sembako yang didistribusikan berisi beras sebanyak 5 kilogram, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu. Paket lengkap ini ditawarkan dengan harga Rp108 ribu per paket, jauh lebih terjangkau dibandingkan jika membeli satuan di pasar tradisional. Harga ini relatif lebih murah dibanding dengan harga satuan di pasar tradisional yang ditaksir bisa mencapai lebih dari harga tersebut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Ismir Rachmaddinianto, menjelaskan bahwa pemilihan Kelurahan Kenanga sebagai lokasi distribusi bukan tanpa alasan. Masyarakat di kelurahan tersebut setiap tahunnya menyelenggarakan perayaan Tahun Baru Islam, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan masyarakat penerima manfaat.
Upaya Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pangan
Ismir Rachmaddinianto menegaskan bahwa distribusi sembako murah ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang momen penting keagamaan. Ribuan paket sembako ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi daya beli warga.
Menurut Ismir, harga paket sembako yang ditetapkan sebesar Rp108 ribu per paket relatif lebih murah. Jika dibandingkan dengan harga satuan di pasar tradisional, total biaya yang dikeluarkan masyarakat bisa jauh lebih tinggi. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Bangka dan Bulog dalam menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang bersahabat bagi warga.
Lebih lanjut, Ismir mengakui bahwa meskipun terjadi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis tertentu, kondisi ini belum mengakibatkan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional. Situasi ini menjadi kabar baik di tengah kekhawatiran masyarakat akan potensi lonjakan harga. Pemerintah terus memantau agar kondisi stabil ini dapat dipertahankan.
Pemantauan Harga dan Imbauan kepada Masyarakat
Menyikapi kondisi harga yang relatif stabil, Ismir mengimbau masyarakat untuk tidak perlu membeli kebutuhan pokok secara berlebihan. Pembelian panik atau panic buying justru dapat memicu kenaikan harga yang tidak diinginkan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan sehari-hari.
Pihak Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok. Pemantauan ini dilakukan baik secara langsung ke instansi terkait, distributor, maupun para pedagang di pasar. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada lonjakan harga pangan yang memberatkan masyarakat.
Upaya pemantauan harga ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah spekulasi. Dengan demikian, stabilitas harga pangan dapat terus terjaga, memberikan ketenangan bagi warga Kabupaten Bangka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Sumber: AntaraNews